KORAN MERAPI – Michael Yosep, mahasiswa Program Studi Fisioterapi STIKES Bethesda, dipercaya mengemban amanah sebagai Gubernur Ikatan Mahasiswa Fisioterapi se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) masa bakti 2026. Yosep ditetapkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dilaksanakan di Palma Villa Home Stay, Klaten, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu.
Muswil tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang mewakili berbagai institusi pendidikan tinggi di wilayah Jateng dan DIY. Proses penjaringan calon gubernur menghadirkan dua kandidat, yakni Michael Yosep dan Talitha Praharsini dari Universitas Pekalongan.
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting menggunakan Google Form. Berdasarkan hasil pemungutan suara, Michael Yosep memperoleh mayoritas pemilihan suara dan terpilih sebagai Gubernur, sementara Talitha Praharsini di posisi kedua, dan sebagai Wakil Gubernur yaitu Rima Raudhatul Khasanah dari Universitas Aisiyah Yogyakarta, pilihan dari Gubernur terpilih.
Dengan perolehan tersebut, Yosep resmi dipercaya memimpin organisasi mahasiswa fisioterapi tingkat wilayah tersebut.
Sebagai gubernur terpilih, Yosep menyampaikan harapannya agar Ikatan Mahasiswa Fisioterapi se-Jateng-DIY semakin meningkatkan peran dan eksistensinya sesuai visi dan misi organisasi. Ia menegaskan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat fisioterapi bagi kesehatan.
Menurutnya, fisioterapi memiliki peran besar dalam membantu proses pemulihan cedera otot, sendi, maupun saraf, termasuk pada pasien stroke. Oleh karena itu, salah satu fokus program ke depan adalah penguatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Pengenalan dan pemahaman fisioterapi kepada masyarakat akan kami laksanakan melalui program pengabdian masyarakat. Dari Departemen PSDM, akan ada kegiatan pengabdian ke komunitas, kelurahan, maupun posyandu. Kami ingin kegiatan ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, tetapi belum banyak memahami fungsi dan manfaat fisioterapi,” jelas Michael Yosep.
Selain program pengabdian, organisasi juga akan melaksanakan sejumlah agenda rutin, seperti Olimpiade Fisioterapi serta berbagai kegiatan dalam rangka memperingati World Physiotherapy Day (WPTD) yang jatuh pada bulan September mendatang.
Yosep menekankan bahwa kepedulian dan kekompakan seluruh anggota menjadi kunci keberhasilan program kerja yang telah dirancang. Ia berkomitmen membangun komunikasi yang baik antar departemen serta memperkuat sinergi antaranggota di wilayah Jateng dan DIY.
“Sebagai gubernur saya tidak merasa sendirian. Saya percaya pada dukungan teman-teman di organisasi ini. Yang paling penting adalah membangun komunikasi dan kerja sama yang sehat antar departemen dan seluruh anggota Ikatan Mahasiswa Fisioterapi se-Jateng dan DIY,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan Ikatan Mahasiswa Fisioterapi se-Jateng-DIY semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan keilmuan fisioterapi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Rls)








