Rabu, 24 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Peluncuran Buku “100 Tahun Saptohoedojo”, Seruan Gerakan Budaya Bergema di Art Gallery Sang Maestro

“Buku ini bukan hanya penghormatan kepada Bapak, tetapi juga dokumen penting sejarah seni rupa Indonesia”

admin by admin
21 Mei 2025
in News
0
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kala itu Suasana hangat menyelimuti Art Galllery Saptohoedojo di Jl. Solo Km. 8 Yogyakarta, Selasa sore (20/5/2025), saat peluncuran buku 100 Tahun Saptohoedojo.

Agenda ini bukan hanya penghormatan terhadap maestro seni rupa Indonesia, melainkan juga seruan kuat untuk menghidupkan kembali semangat kebudayaan di tengah masyarakat.

Dihadiri oleh para seniman dan budayawan Yogyakarta, peluncuran buku ini dimeriahkan dengan penampilan musik oleh Memet Chairul Slamet dan pembacaan puisi oleh Evi Idawati.
Mereka memberi warna pada acara yang sarat makna ini.

Sekar Langit Saptohoedojo, mewakili keluarga almarhum, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas peluncuran buku yang ditulis oleh jurnalis dan budayawan.

“Buku ini bukan hanya penghormatan kepada Bapak, tetapi juga dokumen penting sejarah seni rupa Indonesia,” ujarnya.

Buku ini mengangkat perjalanan hidup, pemikiran, dan karya Saptohoedoyo yang dikenal sebagai pelukis dan perajin gerabah yang produktif serta membumi.

Sigit Sugito, Ketua Komunitas Koseta, menyatakan bahwa Sapto adalah seniman rakyat. “Karyanya merekam kehidupan wong cilik. Ia membantu masyarakat dengan tulus. Kisahnya perlu diwariskan,” tegasnya.

Haryadi Baskoro, pengamat budaya, menambahkan bahwa peluncuran buku ini harus menjadi awal gerakan budaya baru. “Ketulusan Sapto adalah inti dari karya-karyanya. Semangat itu harus terus hidup,” ujarnya.

Peluncuran ini tak hanya menjadi momen peringatan, tetapi juga pembuka jalan bagi kolaborasi dan gerakan budaya yang lebih luas untuk menghidupkan kembali semangat Saptohoedoyo dalam jiwa seni Indonesia. (Ags)

Tags: Art Gallery SaptohoedojoKoranmerapi.idPeluncuran BukuSaptohoedojoSeniman dan Budayawan

Related Posts

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!
News

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 
News

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor
News

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital
News

UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

23 Juni 2026
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto
News

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026
Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten
News

Langkah Sehat MOM Berkolaborasi dengan Stakeholder di Kelurahan Kadipaten

20 Juni 2026