KORAN MERAPI – Upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, Pengurus Daerah Cabang Olahraga Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengda Cabor IPSI DIY) melalui Lembaga Wasit Juri menggelar Penataran Perwasitan Pencak Silat 2026 di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY pada Sabtu-Minggu (27-28/6/26).
Penyelenggaraan kegiatan tersebut selaras dengan tujuan Pengurus Besar (PB) IPSI dalam rangka Pencak Silat ‘Goes to International’ dan ‘Goes to Olympic Games’. Dalam perjalanannya peraturan ini kerap mengalami perubahan dan perkembangan, karena mempertimbangkan beberapa hal. Seperti tingkat keamanan dan faktor cedera, ‘laku’ atau diminati di level internasional, hingga memiliki nilai objektif dalam suatu pertandingan.

Ketua Lembaga Wasit Juri IPSI DIY Prof. Dr. Agung Nugroho AM., M.Si., menyampaikan bahwa ada sejumlah 65 orang dari kabupaten/kota se-DIY, terutama Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Gunungkidul yang terdata menjadi peserta penataran tersebut. Meliputi wasit juri daerah kelas 1, 2, 3 dan wasit juri cabang kelas 1, 2, 3, dengan kriteria minimal sudah memiliki pengalaman selama 1 tahun. Namun demikian, bagi wasit yang belum berpengalaman utamanya dari Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo, berikutnya secara khusus juga akan diberikan sosialisasi yang sama, tanpa materi ujian kenaikan di dalamnya, mengingat mereka juga berhak mengetahui peraturan pertandingan terbaru.
“Harapan dari kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari wasit-wasit yang ada di DIY. Dan semoga nanti juga ada wasit tingkat daerah kelas 1 yang bisa mewakili DIY di tingkat nasional, sehingga wasit nasional DIY lebih banyak. Saat ini DIY memiliki 6 orang wasit internasional. Dan para wasit ini diharapkan dapat menyesuaikan dengan peraturan pertandingan yang ada. karena di IPSI ini peraturan cukup signifikan perubahannya,” ujarnya.
Sementara itu Perwakilan KONI DIY dari Bidang Pendidikan dan Penataran (Diktar) Aprida Agung Priambadha, M.Or., menyambut baik dan mendorong cabor pencak silat untuk aktif menyelenggarakan kegiatan penataran bagi wasit juri. Mengingat peran wasit juri ini sangatlah krusial, mereka merupakan penjaga keadilan dalam suatu pertandingan. Di samping itu, keputusan wasit juri harus bersifat objektif, akurat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Maka dari itu, menurutnya kegiatan penataran ini bukan hanya sebagai formalitas, kenaikan tingkat atau sertifikasi semata. Melainkan juga sebagai wadah untuk menyamakan persepsi terhadap peraturan-peraturan terbaru IPSI Pusat, meningkatkan kompetensi sesuai kaidah pencak silat, serta memperkuat integritas agar keputusan yang diambil bebas dari kepentingan pribadi atau golongan.
“Kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, serap ilmu dari para instruktur, diskusikan kasus-kasus yang sulit yang pernah terjadi di lapangan, dan bangunlah jejaring kebersamaan antara wasit juri se-DIY. Terima kasih kepada IPSI DIY dan panitia yang sudah bekerja keras menyelenggarakan ini dengan baik. Semoga wasit juri yang baru ini kompeten, adil dan berwibawa untuk harumkan Pencak Silat DIY,” kata Aprida. (Rls)






