KORAN MERAPI – Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini, Kelompok Kerja (Pokja) II Tim Penggerak PKK Kelurahan Sorosutan Umbulharjo Kota Yogyakarta menggandeng Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan agenda Gelar Budaya Anak Sorosutan 2026.
Mengusung tema besar “SOROSUTAN RESIK, BOCAH BERBUDAYA BECIK”, acara ini berpusat di Pendopo Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (27/6/2026). Kemeriahan acara ini diisi dengan berbagai penampilan seni tari anak-anak, stan UMKM lokal, pojok baca cerita, serta puncak final kompetisi budaya.

Ketua Panitia Acara, Elis Diah P, biasa disapa Bu Lies, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada seluruh tamu undangan dan warga yang memadati lokasi acara.
“Kegiatan dari Pokja II PKK ini dirancang untuk mendidik dan membentuk karakter anak yang berjaya. Kami menampilkan potensi anak-anak sekaligus menggeliatkan UMKM. Kami juga memohon pengarahan sekaligus pembukaan acara secara resmi oleh Ibu Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta,” ujar Bu Lies.
Ia juga menambahkan hadirnya pojok baca cerita sebagai fasilitas literasi anak selama acara berlangsung.
Apresiasi senada disampaikan oleh Lurah Sorosutan, Muhammad Zulazmi. Ia mengaku bangga dengan inisiatif luar biasa dari kader PKK dan dukungan penuh dari mahasiswa KKN UAD.
“Saya sangat bangga kepada anak-anak Sorosutan, semoga menjadi anak yang hebat. Melalui tema ‘Sorosutan Resik, Bocah Berbuadaya Becik’, kita berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan melestarikan budaya Jawa yang kaya akan nilai luhur,” ungkap Zulazmi.
Sementara itu, Ketua Pokja 2 PKK Kota Yogyakarta, Pardiyati, dalam arahannya menekankan krusialnya menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Ia berharap agenda positif seperti ini bisa dirutinkan setiap tahunnya atau diintegrasikan dalam program keluarga di akhir pekan.
Keterlibatan mahasiswa KKN UAD 2026 menjadi motor penggerak penting di balik layar. Zidane Ahmad Zela, Koordinator Kecamatan KKN Alternatif 104 Kelurahan Sorosutan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari atas keprihatinan terhadap mulai tergerusnya literasi budaya lokal akibat paparan media sosial dan konten asing.
“Kehadiran kami lewat program KKN ini merupakan bentuk pengabdian untuk meningkatkan pemberdayaan dan literasi budaya generasi muda. Melalui kegiatan hari ini, kita bersama-sama memupuk kembali kecintaan anak-anak terhadap kekayaan budaya Indonesia di tengah era disrupsi media sosial,” jelas Zidane.

Rangkaian acara telah dimulai sejak beberapa hari lalu melalui lomba menulis surat untuk Lurah Sorosutan yang diikuti oleh 25 anak. Sementara pada hari puncak, diadakan babak final Lomba Moco Gurit (membaca puisi Jawa) yang dibagi dalam Kategori A dan B berdasarkan usia.
Berikut adalah daftar lengkap para pemenang lomba Gelar Budaya yang berhasil menjadi juara di lomba menulis surat kepada pak Lurah Sorosutan adalah juara 1: Alya Sajidah Faisya, juara 2. Muhammad Rai Kentaro Wicaksono, juara 3: Rahmawati Putri Solihah, juara harapan 1: Ratu Raline Shah dan juara harapan 2: Rita Dyah Mardawa.
Sedangkan sebagai juara Lomba Moco Gurit untuk kategori A, juara 1: Anjani Qurrotu’ain P, juara 2: Aisya Syafazea, juara 3: Ghatan Nafis Abrar Andriano, Juara Harapan 1: Aqilla Berliana Putri dan Juara Harapan 2: Alliya Rizki Maulida serta Juara Harapan 3: Azza Alya Anatasya
Kemudian untuk kategori B, juara 1: Alya Sajidah F, juara 2: Tsabata Zayyan W, juara 3: Rafa Hamiz Pratama, juara Harapan 1: Bagus, Juara Harapan 2: Bulan Wahyu Putri A.
Prestasi gemilang ditorehkan oleh Alya Sajidah Faisya, siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Nitikan sekaligus warga RT 42 RW 11 Sorosutan. Alya berhasil menyabet Juara 1 di dua kategori lomba sekaligus (Menulis Surat dan Moco Gurit Kategori B).

“Saya ucapkan terima kasih kepada orang tua, Ketua RW 11, dan Pak Lurah yang sudah membimbing saya hingga bisa menjadi juara. Acaranya sangat bagus dan saya senang sekali. Harapannya lomba-lomba seperti ini diperbanyak lagi, seperti lomba macapat, menulis, dan bercerita dalam bahasa Jawa,” ungkap Alya penuh kegembiraan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan piala serta hadiah bagi para pemenang yang diharapkan mampu melecut semangat anak-anak Sorosutan untuk terus melestarikan kebudayaan daerah. (Ags)




















