KORAN MERAPI – GKJ Wonocatur yang berlokasi di Jl. Cendrawasih No. 486, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, DIY, menggelar hari bersejarah dengan melaksanakan Ibadah Penahbisan Pendeta Rabu (15/7/2026) pagi.
Dalam ibadah yang sakral dan penuh sukacita ini, Sdr. Andreas Kurnianto, S.Ak., M.Fil. resmi ditahbiskan dan diutus sebagai pendeta baru yang akan melayani jemaat di wilayah pelayanan GKJ Wonocatur.
Prosesi ibadah penahbisan dipimpin langsung oleh Pendeta Hendra Kurniawan, S.Si., M.Psi. Momen penumpangan tangan, sebagai simbol pemberkatan dan penyerahan otoritas rohani kepada pendeta yang baru ditahbiskan, berlangsung khidmat dengan melibatkan 40 pendeta dari berbagai klasis dan sinode, di antaranya; Klasis Yogyakarta Selatan, Klasis Yogyakarta Utara, Klasis Yogyakarta Barat, Klasis Kulon Progo, Klasis Gunung Kidul, GKJ Semarang Barat dan Sinode GKJ.

“Penahbisan pendeta adalah suatu upacara resmi dalam tradisi Kristen untuk memberikan otoritas rohani dan tanggung jawab pastoral seperti mengajar, melayani sakramen, memimpin ibadah, dan memberikan dukungan rohani. Ini adalah bagian dari panggilan Tuhan dan komitmen gereja untuk menghadirkan pelayan yang setia, rendah hati, serta siap melayani umat. Kami percaya hamba Tuhan yang baru ini akan menjadi berkat bagi jemaat dan masyarakat,” ujar TMA Kristanto, selaku Ketua Panitia Penahbisan Pendeta GKJ Wonocatur.
Ibadah penahbisan ini mengusung tema teologis yang mendalam, yaitu “Sahabat Berhati Hamba” yang diambil dari kitab suci Yohanes 15 : 9 – 17. Tema ini menegaskan esensi pelayanan kepemimpinan gerejawi yang tidak berjarak dengan jemaat, melainkan merangkul sebagai sahabat sekaligus siap sedia melayani layaknya seorang hamba.
Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh majelis jemaat, keluarga, dan perwakilan umat. Kehadiran tokoh pemerintah setempat juga mempertegas harmonisnya hubungan gereja dengan masyarakat dan birokrasi, di antaranya; H. Abdul Halim Muslih, Bupati Kabupaten Bantul beserta jajarannya, Pemangku wilayah Panewu Banguntapan, Kapolsek Banguntapan, Koramil Banguntapan, Lurah Banguntapan dan Dukuh Wonocatur, serta Ketua RW dan RT setempat.
Bupati juga mengajak seluruh jemaat GKJ Wonocatur untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kasih, keadilan, dan perdamaian yang diajarkan gereja diharapkan dapat diwujudkan tidak hanya di lingkungan jemaat, tetapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perayaan syukur HUT ke-18 GKJ Wonocatur yang diisi pemotongan tumpeng, penyampaian ucapan selamat, serta ramah tamah bersama jemaat dan para tamu undangan.

Perayaan tersebut menjadi tonggak baru bagi GKJ Wonocatur dalam memasuki usia ke-18 sekaligus menandai dimulainya pelayanan Pendeta Andreas Kurnianto. Jemaat berharap kehadiran pendeta baru dapat semakin memperkuat pelayanan gereja dan membawa dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Bantul.
Bagi jemaat maupun masyarakat luas yang tidak dapat hadir langsung di lokasi, panitia menyediakan layanan live streaming yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube: @GKJWONOCATUR.
Di akhir acara, segenap panitia dan majelis GKJ Wonocatur mengajak seluruh umat untuk terus mendukung pendeta tertahbis dalam doa, agar masa-masa pelayanan yang baru ini dapat dijalankan dengan penuh sukacita, ketulusan, dan kasih. (Rls)






