KORAN MERAPI – Yayasan Bumi Warta Pancasila berdiri setelah penandatanganan akta pendirian oleh Ketua Dewan Penasehat PWI DIY, GKR Mangkubumi dan Sekretaris Dewan Penasehat PWI DIY, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc di Kampus Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Senin (13/7).
Sedangkan pendiri lainnya, Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Hj Sri Surya Widati.Penandatanganan dilakukan di hadapan Notaris Prof. Dr. Winahyu Erwiningsih.
Dengan terbentuknya Yayasan Bumi Warta Pancasila, PWI DIY kini memiliki payung hukum yang sah untuk mengelola aset pendidikan TK Bumi Warta sekaligus mengembangkan berbagai program strategis organisasi, termasuk mewujudkan Graha Pers Pancasila sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan pengembangan pers berwawasan Pancasila.
Sekretaris Dewan Penasehat PWI DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menegaskan bahwa keberadaan yayasan merupakan langkah strategis agar seluruh program kerja organisasi memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat berkembang secara profesional.
“Setelah penandatanganan akta di hadapan notaris, yayasan ini secara hukum telah berdiri. Tahap berikutnya akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM agar seluruh aktivitas organisasi memiliki legalitas yang semakin kuat. Dengan demikian, pengembangan TK Bumi Warta maupun berbagai program pendidikan lainnya dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Prof. Edy, Yayasan Bumi Warta Pancasila tidak hanya akan mengelola pendidikan anak usia dini, tetapi juga membuka peluang pengembangan jenjang pendidikan hingga sekolah dasar, sekolah menengah, bahkan pendidikan vokasi atau sekolah tinggi di bidang komunikasi dan jurnalistik.
Ketua PWI DIY yang juga Ketua Pengurus Yayasan Bumi Warta Pancasila, Drs. Hudono, SH, menjelaskan bahwa pembentukan yayasan merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus mengintegrasikan berbagai program kemasyarakatan yang dimiliki PWI DIY.
Salah satu program utama yang akan dikembangkan adalah Grha Pers Pancasila, yang diproyeksikan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan wartawan dengan kurikulum berbasis nilai-nilai Pancasila.
“Grha Pers Pancasila bukan sekadar gedung. Kami ingin menghadirkan pusat pembelajaran dan pelatihan pers berwawasan Pancasila yang dapat dimanfaatkan oleh para wartawan dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini kami berharap marwah pers nasional semakin kuat di tengah berbagai tantangan perkembangan industri media,” kata Hudono.
Ia menambahkan, Yayasan Bumi Warta Pancasila juga akan menjadi wadah kolaborasi seluruh anggota dan pengurus PWI DIY sesuai kompetensi masing-masing, mulai bidang pendidikan, kesehatan, keorganisasian hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bumi Warta Pancasila, GKR Mangkubumi, menekankan bahwa keberhasilan yayasan sangat ditentukan oleh komitmen, sinergi, dan soliditas seluruh pengurus sejak awal pembentukannya.
“Tujuan utama kita adalah mengembangkan yayasan, memperkuat komunitas pers, dan meningkatkan kapasitas para pengurusnya. Karena itu, sinergi dan kekompakan harus terus dijaga agar seluruh program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar GKR Mangkubumi.
Adapun susunan Yayasan Bumi Warta Pancasila terdiri atas Ketua Pembina GKR Mangkubumi dengan anggota Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.. Ketua Pengawas dijabat Hj. Sri Surya Widati dengan anggota Ribut Raharjo dan Widyo Suprayogi. Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan dijabat Drs. Hudono, SH yang juga menjabat Ketua PWI DIY.
Pembentukan Yayasan Bumi Warta Pancasila diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran PWI DIY sebagai organisasi profesi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi wartawan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang berkelanjutan. (Rls)






