KORAN MERAPI — Guna memperkuat inovasi Wis Kawentar (Wisata Kadipaten Wahana Seni Ekonomi Kreatif Budaya dan Tradisi), Kampung Wisata Kadipaten untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan event budaya spektakuler, Festival Jagasura dan Jagabaya, pada Sabtu, 8 Agustus mendatang.
Inovasi Wis Kawentar merupakan wujud kolaborasi seluruh stakeholder dan warga Kelurahan Kadipaten dalam mengokohkan sektor ekonomi berbasis pariwisata lokal.
Puncak acara festival ini akan dimeriahkan oleh Kirab Budaya yang melibatkan kontingen dari empat kampung di wilayah Kadipaten, yaitu: Kampung Kadipaten Kidul, Kampung Kadipaten Kulon, Kampung Kadipaten Wetan dan Kampung Ngasem
Setiap kampung akan menampilkan kesenian Bregada Kampung yang dipimpin langsung oleh para Ketua Kampung selaku Panji (pemimpin bregada). Persiapan dan pelatihan bregada ini bahkan telah intensif dilakukan sejak bulan Mei lalu.
Selain kontingen kampung, kirab ini juga diikuti oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Lurah Kadipaten, serta Pinituwa Tuwanggana. Kemeriahan festival turut didukung oleh berbagai komunitas seni, di antaranya Komunitas Rotfest, Komunitas Kampung Menari, Komunitas Seni Budaya PUSPA SWARA san Sanggar Tari HOKYA Traditional Dance.
“Kirab Budaya ini akan menempuh rute berjalan kaki, dimulai dari Jalan Basahan Kadipaten Kidul dan berakhir di nDalem Pakuningratan Kampung Ngasem (Jalan Polowijan). Prosesi ini menyusuri benteng baluwarti serta melewati dua bangunan heritage bersejarah, yaitu Plengkung Jagabaya dan Plengkung Jagasura,” jelas RM. Hertriasning, Ketua Panitia Festival, Sabtu (1/8/26) di Aula Kantor Kelurahan Kadipaten.

Guna memperkuat identitas budaya, seluruh partisipan festival diwajibkan membawa maskot khusus berupa replika Plengkung Jagasura dan Plengkung Jagabaya.
Sekretaris Kampung Wisata Kadipaten, Bintarto Novaria, A.Md., yang mendampingi Ketua Kampung Wisata Kadipaten, Dr. RM Kunyun Marsindra (KRT. Puspodiningrat), mengungkapkan bahwa maskot tersebut bukan sekadar hiasan.
“Replika ini menjadi simbol bahwa bangunan heritage plengkung adalah penanda penting di wilayah Kelurahan Kadipaten. Sekaligus menjadi wujud ungkapan rasa syukur atas keberadaan plengkung yang selama ini turut mewujudkan kehidupan masyarakat Kadipaten yang aman, tentram, dan ayem,” tutur Bintarto.
Kehadiran Festival Jagasura dan Jagabaya diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pinituwa Tuwanggana Kadipaten, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, menekankan pentingnya keberlanjutan event kerakyatan ini.
“Melalui Musrenbang, Tuwanggana Kadipaten selalu merancang event kerakyatan berbasis seni, budaya, dan pariwisata secara kolaboratif bersama para stakeholder. Harapannya, acara ini memiliki gaung luas dan viral di media sosial, sehingga mampu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan berujung pada peningkatan perekonomian warga Kelurahan Kadipaten,” pungkas Emir yang juga Ketua HIPPI Kota Yogyakarta di Aula Kelurahan Kadipaten.
Festival akan menilai kreatifitas dan keunikan dari sisi kostum, musik, koreografi, kekompakan dan maskot. Warga juga didorong membuat Konten Medsos. Konten terbaik akan diberikan apresiasi dari Tuwanggana Kadipaten. (Rls)






