KORAN MERAPI — Kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta menyatu sempurna dengan gelaran perayaan edisi ke-15 (15th Anniversary) KUSTOMFEST bertema “HIGH-OCTANE”. Pada Minggu (11/10/2026), ratusan pecinta otomotif custom memadati jalanan Yogyakarta dalam aksiriding bertajuk “Ride For YK”.
Mengusung semangat “Otentik Konkret”, kegiatan riding ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang promosi wisata heritage Kota Jogja. Rombongan yang melaju sejak pukul 08.00 WIB dari Von Dutch Store, Jalan Kaliurang, melintasi berbagai sudut ikonik kota, kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, hingga objek wisata sejarah.
Momen spesial terjadi saat rombongan transit di Balai Kota Yogyakarta (Halaman Grha Pandawa, Jl. Ipda Tut Harsono). Sekitar 500 peserta disambut langsung oleh jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta dan disajikan hidangan soto khas.
Di titik ini, Wali Kota Yogyakarta Dr.(H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.O.G.(K.) serta jajaran Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja (Asda 2, Kasatpol PP, Kabag Adminbang, Kabag Kerjasama) ikut melebur dan menunggangi kendaraan bersama para peserta menuju titik finish di Jogja Expo Center (JEC).
Setibanya di JEC, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial dan sambutan resmi dari Wali Kota Yogyakarta. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, Founder & Director KUSTOMFEST Lulut Wahyudi, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Abdul Samik, perwakilan anak-anak panti asuhan (Panti Asuhan Wiboso Projo, Putra Muhammadiyah, Bala Keselamatan T, dan Harapan), serta penerima bantuan bedah rumah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi tinggi solidaritas masyarakat dan komunitas otomotif. Ia mengungkapkan bahwa dari rangkaian agenda Malam Berbagi Jogja (6 Oktober 2026) lalu hingga Lelang Helm dan Kaos Merchandise Limited Edition KUSTOMFEST, telah terkumpul dana bantuan sebesar Rp1.029.400.000 (Satu Miliar Dua Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).
“Terkumpulnya nominal 1 Miliar Rupiah lebih ini adalah perwujudan nyata dari semangat ‘Otentik Konkret’ serta filosofi ‘Segoro Amarto’ (Semangat Gotong-royong agawe Majuning Ngayogyakarta). Ini bukti nyata bahwa kita punya kepedulian dan keikhlasan untuk membantu saudara-saudara kita tanpa sekadar omongan di bibir saja,” ujar Hasto Wardoyo.

Seluruh dana yang terhimpun dari para muzakki, akademisi, pelaku usaha (CSR), lembaga pemerintah, PNS Pemkot Jogja, hingga komunitas KUSTOMFEST dikoordinasikan dan disalurkan melalui BAZNAS Kota Yogyakarta.
Adapun poin-poin utama penyaluran bantuan sosial tersebut adalah Target Bedah Rumah Non-APBD, hingga saat ini telah diselesaikan pembenahan 88 unit rumah warga tidak layak huni melalui skema swadaya non-APBD/APBN. Pemerintah Kota optimis target 200 rumah dibedah hingga akhir tahun 2026 dapat terlampaui.
Kemudian adanya kolaborasi swadaya dan BAZNAS menjadi solusi cepat bagi warga kurang mampu yang kesulitan mengakses dana APBD/APBN karena terkendala kelengkapan sertifikat maupun syarat administratif.
Selanjutnya untuk bantuan pendidikan, sebagian dana dialokasikan untuk menyelesaikan tunggakan biaya sekolah anak-anak dari keluarga kurang mampu serta memfasilitasi anak putus sekolah demi mendukung tercapainya Generasi Emas Indonesia 2045.
Pada acara ini diserahkan bantuan secara simbolis kepada 30 anak panti asuhan serta penerima program bedah rumah, salah satunya keluarga Sumardi / Nafaza.
Aksiriding “Ride For YK” menutup perayaan HUT Kota Yogyakarta dan edisi ke-15 KUSTOMFEST dengan pesan mendalam bahwa ruang kreasi otomotif dan semangat gotong-royong mampu berjalan berdampingan demi menghadirkan kebahagiaan yang konkret bagi masyarakat Yogyakarta. (Ags)






