KORAN MERAPI – Kawasan wisata edukasi Asram Edupark Sleman menjadi saksi perpaduan apik antara teknologi pertanian modern dan nilai-nilai spiritual pada Minggu sore (12/4/2026).
Suasana semarak menyelimuti lokasi saat rombongan tokoh nasional hadir untuk merasakan pengalaman unik wisata petik melon premium di dalam greenhouse hidroponik yang kini tengah menjadi primadona di Yogyakarta.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, bersama Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran mereka didampingi oleh jajaran Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muslimat NU DIY, serta disambut langsung oleh Pembina Yayasan Asram, Eni Yustini, dan Ketua Yayasan Asram, Hafidh Asrom.
Memasuki area greenhouse, rombongan disambut oleh deretan melon varietas Lavender dan Dalmation yang tumbuh rapi dalam sistem hidroponik terkontrol. Penanggung jawab greenhouse, Syarif, menjelaskan bahwa kualitas premium melon Asram Edupark dicapai melalui disiplin ketat, termasuk penerapan prinsip “satu tanaman satu buah”.
“Kami memangkas buah tambahan agar seluruh nutrisi terfokus pada satu melon saja. Hasilnya adalah ukuran yang optimal, rasa manis yang pekat, serta tekstur renyah yang konsisten,” ujar Syarif.
Selain aspek teknis, pengawasan ketat terhadap nutrisi, kelembapan, dan sirkulasi udara dilakukan secara presisi untuk memastikan tanaman bebas dari serangan virus.
Salah satu daya tarik utama yang membedakan tempat ini adalah konsep “Greenhouse Religius”. Di dalam ruang budidaya, lantunan murotal Al-Qur’an diperdengarkan tanpa henti selama 24 jam. Inisiasi dari Hafidh Asrom ini bertujuan menciptakan suasana teduh dan harmoni antara kemajuan teknologi pertanian dengan nilai-nilai keislaman.
Para tamu undangan tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi juga berkesempatan memetik langsung buah melon dari pohonnya, menciptakan momen kebersamaan yang hangat sebelum melanjutkan agenda santap malam dan diskusi di Ecohall.
Dalam paparannya, Hafidh Asrom menegaskan bahwa Asram Edupark dikembangkan bukan sekadar sebagai destinasi wisata, melainkan pusat pembelajaran terintegrasi yang mencakup inovasi dan spiritualitas, sejalan dengan visi Al Azhar Yogyakarta World Schools.
“Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem pendidikan. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi modern dapat berjalan beriringan dengan nilai keimanan,” tegas Hafidh.
Reputasi greenhouse melon ini telah diakui secara luas, mulai dari apresiasi putri Keraton Yogyakarta, Gusti Bendara, hingga kunjungan dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Tempat ini juga tercatat telah memberikan pelatihan bagi puluhan petani konvensional yang ingin bertransformasi ke sistem hidroponik.
Kunjungan para tokoh nasional ini memperkuat posisi Asram Edupark sebagai ruang kolaborasi strategis antara sektor pendidikan, pertanian, dan pariwisata yang inspiratif bagi masyarakat luas. (Rls)



















