KORAN MERAPI – Dunia seni pertunjukan kembali disuguhi eksperimen teatrikal yang memikat. Kelompok seni pertunjukan asal Osaka, dracom, menghadirkan pementasan mendalam yang mengeksplorasi percampuran antara diri dan liyan, ruang personal “aku” dengan ranah publik, serta benturan masa kini dengan lorong waktu masa lalu dan masa depan.
Pertunjukan yang disutradarai sekaligus ditulis langsung oleh pimpinan dracom, Jun Tsutsui, digelar pada Jumat malam (31/7/26) di Pendopo Diponegoro, Padepokan Bagong Kussudiardja (PSBK) Kasihan Bantul. Pertunjukan ini menyajikan narasi unik yang dirangkai melalui tuturan kalimat-kalimat pendek berartikulasi presisi.
Ide pementasan ini berawal dari penelusuran emosional Jun Tsutsui terhadap sebuah kisah nyata yang pernah ia dengar. Kisah tersebut menceritakan seorang warga negara Vietnam yang menetap di Jepang dan saling bertukar puisi melalui platform Facebook dengan saudara-saudaranya yang berada di tanah air mereka.
Keunikan pementasan ini terletak pada penataan teks puitis yang digarap secara saksama. Tsutsui merancang dialog para aktor dengan jeda (pause) yang diperhitungkan secara akurat di antara setiap kalimat.
Teknik penataan jeda ini dihadirkan dengan tujuan memberikan pengalaman menonton yang nyaman dan inklusif: penonton di luar Jepang dapat menikmati alur pertunjukan secara utuh tanpa perlu terus-menerus mengalihkan perhatian ke layar terjemahan (subtitle).
Selama bertahun-tahun, dracom dikenal konsisten menghadirkan ciri khas dalam setiap kreasinya. Mereka kerap mengangkat isu-isu lokal hingga persoalan komunitas global yang dibungkus menggunakan tuturan berlogat Kansai (Kansai dialect), sehingga tema-tema yang berat dan serius tetap dapat dinikmati dengan sentuhan humor yang segar.
Eksperimen yang diusung Jun Tsutsui tidak sekadar ditujukan untuk memikat kalangan penikmat seni eksperimental, melainkan berupaya melahirkan bentuk dramaturgi baru yang secara langsung menghadapkan penonton pada persoalan-persoalan sosial kontemporer.
Sebagai sosok sutradara, penulis naskah, sekaligus aktor berbasis di Osaka, Tsutsui memiliki rekam jejak panjang. Mantan Senior Fellow di The Saison Foundation (2014–2016) ini telah berkolaborasi dengan berbagai seniman terkemuka seperti Zan Yamashita, Ishinha, akakilike, Akuma no Shirushi, Ho Tzu Nyen, hingga Masamitsu Araki.
Sejumlah rekam jejak prestasinya antara lain: Penghargaan Seni Pertunjukan di Kyoto Art Center Awards (2007) dan Naskah Unggulan untuk karya berjudul Bottomless dalam Segal Center Japanese Playwrights Project (2018).
Kesuksesan pertunjukan ini didukung oleh jajaran tim artistik dan manajemen panggung yang solid, seperti Penulis, Sutradara, & Pemeran: Jun Tsutsui, Pemeran: Yukiwo Okamura, Minori Sumiyoshiyama, Reiko Takayama, Manajer Panggung: Kodachi Kitagata, Penata Artistik: Kanako Takekoshi, Penata Cahaya: Yuriya Shiomi dan Penata Suara: Takenori Sato serta Manajemen Produksi: Aiko Sakata
Melalui pementasan ini, dracom kembali mempertegas posisinya sebagai kelompok seni pertunjukan yang tak pernah berhenti mendobrak batas-batas dramaturgi konvensional. (Ags)




















