KORAN MERAPI — Pemerintah Kota Yogyakarta resmi meluncurkan logo, tema, dan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-270 Kota Yogyakarta melalui prosesi Wiwitan yang digelar di Pintu masuk sisi barat Pasar Beringharjo Yogyakarta di Jumat (7/8/2026) pagi. Mengusung tema dan tagline “Otentik Konkret” (OK), peringatan tahun ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat jati diri kota sekaligus menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan dan Sekda Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa prosesi Wiwitan dipilih sebagai pembuka rangkaian karena memiliki nilai filosofis mendalam dalam tradisi Jawa, yakni memulai sesuatu dengan doa, keluhuran niat, dan rasa syukur. Sementara itu, Pemkot memilih Pasar Beringharjo sebagai lokasi peluncuran sebagai wujud keberpihakan pada pusat ekonomi riil masyarakat.
Seluruh kebutuhan acara, mulai dari konsumsi hingga dekorasi, dibeli langsung dari para pedagang pasar tertua di Yogyakarta tersebut.
“Perjalanan menuju Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta kita awali dengan memohon tuntunan Tuhan, kemudian kita lanjutkan dengan kerja bersama,” ujar Hasto.
Ia juga memaparkan filosofi di balik tema “Otentik Konkret”, dimana Otentik adalah mencerminkan jati diri Kota Yogyakarta yang dibangun dari sejarah, tradisi, tata nilai, kreativitas, dan semangat kebersamaan yang mengakar ratusan tahun.
Sedangjan Konkret yaitu mewujudkan kecintaan pada Jogja melalui tindakan nyata yang dirasakan masyarakat, seperti menjaga lingkungan, memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan pelayanan publik, hingga melestarikan budaya.

Sebagai bentuk pengejawantahan nilai “konkret”, Pemkot Yogyakarta menggelar kerja bakti massal yang disebar di 270 titik wilayah kota. Kegiatan ini memperluas agenda Jumat rutin para bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“ASN kami minta tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung mendengarkan aspirasi warga, memahami persoalan di lingkungan, dan menghadirkan solusi melalui kerja nyata,” tegas Hasto.
Rangkaian peringatan HUT Ke-270 Kota Yogyakarta akan berlangsung selama dua bulan, mulai 7 Agustus hingga 7 Oktober 2026. Dibukanya rangkaian acara dua bulan lebih awal bertujuan memberikan multiplier effect bagi perekonomian warga serta menjadi daya tarik pariwisata.
Sekitar 120 agenda menarik siap digelar oleh berbagai elemen masyarakat, komunitas, hingga perangkat daerah, antara lain: Kotabaru Heritage Film Festival, Festival Kabudayan Yogyakarta, Gemati Pasar Jogja, Festival Sastra Yogyakarta, Festival Prawirotaman dan Batik Day, Bakpia Day, dan Malioboro Day.

Seluruh gelaran festival tersebut akan mencapai puncaknya pada Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026 mendatang.
Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menambahkan bahwa durasi peringatan yang panjang ini berfungsi strategis sebagai sarana branding wisata. “Durasi peringatan memang cukup panjang, menjadi salah satu event menarik wisatawan dan WJNC kembali dihadirkan setelah tahun lalu off,” pungkasnya. (Ags)




















