KORAN MERAPI – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup ke-3 tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses. Dalam ajang bergengsi ini, klub lokal Segara Gunungkidul berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Pertama untuk kategori standar dengan perolehan medali yang gemilang, yakni 9 emas, 5 perak, dan 5 perunggu.
Posisi kedua ditempati oleh Jepara Rolling yang mengantongi 7 emas dan 2 perunggu, disusul oleh NSB di peringkat ketiga dengan raihan 6 emas dan 1 perunggu. Selain pengumuman juara umum, acara penutupan juga diwarnai dengan pemberian penghargaan bagi atlet terbaik dari berbagai daerah seperti Karawang, Yogyakarta, dan Bantul.
Bupati Gunungkidul dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari panitia, pelatih, wasit, hingga orang tua yang telah mendukung kesuksesan acara ini. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir saat pembukaan di Pantai Sepanjang dikarenakan harus menghadiri sidang paripurna untuk pembacaan pengantar APBD Perubahan.

Bupati menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang memperebutkan piala, melainkan ruang untuk membangun mental juara, sportivitas, dan kedisiplinan, “Kejuaraan ini menjadi bagian sejarah besar bagi Kabupaten Gunung Kidul. Meskipun dengan keterbatasan fasilitas, hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak kita untuk berprestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” tegasnya.
Mengutip pesan Bung Karno, Bupati mendorong para atlet untuk memiliki cita-cita setinggi langit. “Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” ujarnya memberi motivasi. Bupati juga mengingatkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan panjang, pengorbanan, dan kegigihan untuk bangkit dari kegagalan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem olahraga yang sehat melalui pembinaan atlet usia dini dan penyediaan fasilitas olahraga yang memadai.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, pada tahun 2026 ini kompetisi dilaksanakan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Pantai Sepanjang dan lintasan sepatu roda Logandeng (Parkir Pasar Hewan Siyono) berlangsung selama 3 hari mulai dari 7 Agustus hingga 9 Agustus 2026. Pemilihan lokasi ini sejalan dengan tema utama kegiatan, yaitu “Sport Tourism”, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ekonomi Kreatif (Disparporaekraf). Strategi ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan wisata pantai di Gunungkidul kepada para atlet dan pengunjung dari luar daerah.
Panitia penyelenggara, Tri Suwarno melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh 459 peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Tercatat ada tujuh provinsi yang mengirimkan perwakilannya, antara lain Sumatra Selatan, Makassar (Sulawesi Selatan), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meskipun jumlah peserta tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2025 yang disebabkan oleh padatnya jadwal kejuaraan sepatu roda di tingkat nasional hal tersebut tidak menyurutkan semangat kompetisi. Pihak panitia memastikan bahwa seluruh rangkaian perlombaan, mulai dari hari pertama, berjalan dengan aman dan lancar berkat dukungan dari warga sekitar, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta para sponsor.
“Dengan berakhirnya Piala Bupati ke-3 ini, diharapkan promosi wisata berbasis olahraga atau sport tourism di Gunungkidul semakin kuat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta atlet di masa mendatang.” pungkas Tri.
Acara penutupan diakhiri dengan penampilan luar biasa dari anak-anak Segara Gunungkidul yang mempersembahkan tarian “Penthul Tembem” menggunakan sepatu roda. Kejuaraan ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas dan mampu menarik lebih banyak atlet dari seluruh Indonesia ke Gunungkidul di masa mendatang. (Rls)



















