KORAN MERAPI – Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Veronika Titisari Kosasieputri, yang akrab disapa Victoria Kosasie atau Vicky, melakukan kunjungan edukasi lingkungan ke kawasan bantaran Kali Code, Yogyakarta, pada Senin (10/8/2026).
Dalam kunjungan ini, Vicky tidak hadir sendiri, melainkan memboyong rombongan 15 anak muda perwakilan SMA se-Jabodetabek yang tergabung dalam program Kelana Java Over Trip.
Perempuan multitalenta yang dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026 pada ajang Grand Final di Jakarta Convention Center pada 24 April 2026 ini merupakan seorang seniman, musisi, dan model. Lulusan University of the Arts London (2022) serta lulusan Pascasarjana Royal College of Art London (2025) tersebut kerap menyuarakan isu-isu budaya dan kesadaran lingkungan di media sosial, serta bersiap mewakili Indonesia di ajang Miss International 2026 di Jepang.

Rangkaian kegiatan diawali di kawasan Sekolah Sungai, tempat rombongan mengunjungi Kampung Romo Mangun di Gondolayu. Di sana, Vicky bersama para pelajar berdialog dan berbincang hangat dengan tokoh masyarakat setempat, Ariyanto, di ruang serbaguna warga.
Perjalanan edukatif dilanjutkan dengan meninjau lokasi pembelajaran batik tradisional, serta melihat dari dekat aktivitas urban farming di Teras Hijau dan pengelolaan Bank Sampah Bumi Lestari.
Dipandu oleh penggerak lingkungan setempat, Totok Pratopo, para peserta diajak langsung untuk mempraktikkan berbagai aksi pelestarian lingkungan, di antaranya, belajar menanam bibit sayur, menuangkan cairan eco-enzyme dan menyebar bibit ikan ke aliran Kali Code, dan mengembangkan budidaya madu klanceng melalui penanaman vegetasi pakan berupa pohon air mata pengantin
Pengelola Sekolah Sungai Code, Harris Syarif Usman, menjelaskan bahwa kehadiran Puteri Indonesia Lingkungan 2026 bersama rombongan Kelana Java Over Trip merupakan bagian dari program edukasi lingkungan hidup bagi generasi muda yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

“Program di Sekolah Sungai ini merupakan kegiatan pembelajaran lapangan (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami isu-isu lingkungan hidup melalui pengalaman langsung bersama berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, maupun organisasi masyarakat sipil,” terang Harris.
Di Sekolah Sungai Code Jogja, para peserta memelajari praktik langsung pengelolaan kawasan sungai yang berkelanjutan. Harris berharap, pembelajaran lapangan ini mampu mengasah jiwa kepemimpinan dan empati sosial peserta, sekaligus menumbuhkan kesadaran serta kepedulian yang mendalam dalam melestarikan ekosistem sungai dan lingkungan secara luas. (Rls)






