KORAN MERAPI – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kota Yogyakarta diwarnai dengan gerakan nyata kepedulian lingkungan. Pesta Rakyat berskala kota resmi diluncurkan di Taman Perwira Kali Code, Kelurahan Prawirodirjan, Yogyakarta, Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Resik Kaline, Sehat Kotane”, perhelatan ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat yang bergotong royong melakukan aksi reresik (bersih-bersih) sungai dan mengikuti lomba mural yang melibatkan perwakilan dari 14 kemantren se-Kota Yogyakarta.

Peluncuran kegiatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Ketua DPRD, Sekda, Assekda, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kadis DLH, Kadis PUPR, Kalak BPBD, Kasatpol PP, Kabid OP BBWS Serayu Opak, Kabid Protokol, Kabid Tapem, Mantri Pamong Praja (MPP) se-Kota Yogyakarta, Pemerti Code, Kampung Tangguh Bencana (KTB), serta Satgas Sungai.
Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo menumpahkan keprihatinannya atas masih banyaknya tumpukan sampah yang ditemui di aliran Kali Code, khususnya pada titik sebelum Dam Surokarsan. Sebagai langkah konkrit dan solutif, Pemerintah Kota Yogyakarta akan segera memasang trash barrier (penjaring sampah) di titik tersebut.
Hasto menegaskan bahwa kawasan Kali Code harus benar-benar bersih dan tertata. Pesta Rakyat ini menjadi bukti kuat hadirnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemkot Yogyakarta, Istana Kepresidenan, Forkopimda, OPD, DPRD, kalangan mahasiswa, hingga seluruh elemen dan komponen masyarakat.
Guna memacu semangat kreativitas warga dalam mempercantik kawasan bantaran sungai, Lomba Mural antar-Kemantren menyediakan sederet hadiah menarik: Juara 1, 1 Unit Sepeda Motor Viar + Uang Tunai Rp5.000.000,-, Juara 2, Uang Tunai Rp3.500.000,- + 2 Unit Gerobak Sampah, Juara 3, Uang Tunai Rp2.500.000,- + 2 Unit Gerobak Sampah, sedangkan Juara Harapan 1, 2, dan 3, masing-masing mendapatkan Gerobak Sampah
Salah satu dewan juri lomba dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Dr. Joko Raharjo, M.Kes., mengungkapkan bahwa indikator utama penilaian lomba mural dan kebersihan sungai ini berfokus pada tiga aspek penting: Keindahan, Inovasi, dan Kreativitas.
Dukungan penuh atas inisiatif Pemkot Yogyakarta disuarakan oleh Sesepuh Kali Code, Harris Syarif Usman. Menurutnya, Pesta Rakyat di Taman Perwira Kali Code ini menjadi momentum krusial untuk mengubah perilaku sosial masyarakat serta membangkitkan kembali kepedulian warga Jogja dalam menjaga kelestarian Sungai Code.

“Kelestarian sungai adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah berperan aktif dalam pengawasan dan penegakan aturan, sektor usaha wajib mengelola limbah dengan benar, masyarakat menjaga kebersihan, sementara pihak kampus serta komunitas lingkungan memberikan edukasi dan penelitian sebagai dasar pengambilan kebijakan,” tegas Harris.
Ia juga berpesan khusus kepada generasi muda agar mengambil peran terdepan melalui aksi-aksi sederhana namun konsisten, seperti tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan aktif berpartisipasi dalam gerakan pelestarian alam.
“Perubahan besar senantiasa berawal dari sebuah langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” pungkasnya. (C-16)

















