Rabu, 30 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

30 Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

admin by admin
14 Agustus 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Tiga puluh tahun setelah gugurnya wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin serius memperjuangkan agar sosok wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Keseriusan itu ditandai dengan rangkaian peringatan 30 tahun gugurnya Udin pada Jumat (14/8/2026), melalui penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, serta pemasangan tetenger di makam Udin di Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul.

Keluarga Udin hadir dalam kegiatan ini diantaranya istri Almarhum Marsiyem, Adik Almarhum Nur Fauzan, Pakliknya Mardimin Siswo Hartono, dua anaknya Zulakha Dito Krisna dan Zulkarnaen Wikan Jaya dan salah satu cucunya.

Tampak pula Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY, Prof Edy Suandi Hamid MEc, Anggota Dewan Pakar PWI DIY, Ahmad Subagyo, Dr Achiel Suyanto SH MHum MBA, Dra Esti Susilarti MPar juga Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Tri Hastono.

Ketua PWI DIY Drs. Hudono, S.H., menegaskan, penamaan aula dan pemasangan tetenger bukan sekadar kegiatan seremonial. Langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk mengabadikan perjuangan Udin sekaligus melengkapi proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

“Ini adalah awal dari rangkaian untuk mewujudkan Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional. Sebelum pemerintah memberikan gelar, kita sudah memberikan penghormatan kepada Udin sebagai Pahlawan Pers Nasional,” kata Hudono.

Menurut Hudono, Udin merupakan anggota PWI dengan nomor Anggota 13.00.3794.92.M.VI yang gugur setelah dianiaya pada 13 Agustus 1996. Udin kemudian menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta sebelum meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.

Selama tiga dekade, kasus tersebut belum terungkap secara tuntas. Karena itu, PWI DIY tidak hanya memperjuangkan penghargaan negara terhadap perjuangan Udin, tetapi juga terus mendorong agar kebenaran mengenai kasus pembunuhannya dapat diungkap.

“Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun,” tegas Hudono.

Ia mengatakan, perjuangan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional membutuhkan dukungan banyak pihak. PWI DIY akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, tokoh masyarakat, keluarga, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

Ketua Tim Adhoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo menyampaikan bahwa perjuangan mewujudkan Udin sebagai pahwalan nasional merupakan Keputusan Konfrensi Propinsi PWI DIY Tahun 2025. Sejumlah tahapan akan dilalui dan diharapkan berjalan lancar.

Perwakilan Dinas Sosial DIY, Sapto Parjono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap konsistensi PWI DIY dalam menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan Udin.

Menurutnya, perjuangan Udin memiliki nilai penting karena berkaitan dengan kebebasan pers, demokrasi, keberanian, independensi, dan kepedulian sosial.

Terkait usulan Udin sebagai Pahlawan Nasional, Sapto menjelaskan bahwa proses tersebut memiliki mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi secara berjenjang.

Pengusulan antara lain mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2012.

Ia menjelaskan sejumlah persyaratan umum dan khusus, antara lain memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia kepada bangsa dan negara, memiliki perjuangan atau pengabdian yang berdampak luas, melahirkan gagasan besar, menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki konsistensi semangat kebangsaan.

Dokumen pengusulan juga harus dilengkapi, antara lain rekomendasi pemerintah daerah, hasil sidang Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), riwayat hidup dan perjuangan, biografi, hasil seminar pengusulan, dokumentasi perjuangan, pendapat tokoh masyarakat, serta dokumen pendukung lainnya.

“Telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat, seperti nama jalan, nama gedung, nama aula, dan sebagainya,” jelas Sapto.

Karena itu, penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pengusulan tersebut.

Sementara itu dukungan terhadap perjuangan tersebut juga disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, S.T., M.Acc.

Riris menyampaikan apresiasi terhadap PWI DIY yang secara konsisten menjaga sejarah perjuangan Udin.

“Kami sangat mendukung momentum ini. Peringatan 30 tahun Udin diharapkan memberikan semangat kebebasan pers yang tetap membara,” ujarnya.

Menurutnya, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan langkah penting untuk mengenang jasa dan perjuangan wartawan asal DIY tersebut.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung proses pengusulan sehingga nama Udin tidak hanya dikenang di Yogyakarta, tetapi juga mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

Setelah penamaan Aula Fuad Muhammad Syafruddin di Kantor PWI DIY, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pemasangan tetenger di makam Udin, Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul, pada pukul 13.25 WIB.

Pemasangan tetenger tersebut menjadi simbol pengabadian nama dan perjuangan Udin di tempat peristirahatan terakhirnya.

Hudono mengatakan PWI DIY akan terus mengawal proses pengusulan hingga mendapatkan keputusan dari negara.

“Udin adalah anggota PWI. Kompetensi dan legalitas kami sangat kuat untuk mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

Peringatan 30 tahun gugurnya Udin sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran bahwa perjuangan pers dalam mencari dan menyampaikan kebenaran merupakan bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Bagi PWI DIY, Udin bukan sekadar wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas. Ia merupakan simbol keberanian pers dalam menghadapi ancaman, memperjuangkan kebenaran, dan mempertahankan independensi jurnalistik.

Karena itu, perjuangan menjadikan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional akan terus dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sekaligus upaya negara untuk merawat sejarah perjuangan kebebasan pers Indonesia.(Rls)

Tags: Dinas Sosial DIYFuad Muhammad SyafruddinKominfo DIYPeringatan 30 tahunPrasastiPWI DIYTetenger

Related Posts

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi
News

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

29 September 2026
Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul
News

Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

29 September 2026
Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner
News

Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

29 September 2026
Fondasi Budaya dan Infrastruktur, Catatan Hangat dari Kediaman Mbah Harto Mantan Bupati Gunungkidul
News

Fondasi Budaya dan Infrastruktur, Catatan Hangat dari Kediaman Mbah Harto Mantan Bupati Gunungkidul

28 September 2026
Fenomena K-Pop Menguasai Dunia, Bagaimana Potensi Indonesia?
News

Fenomena K-Pop Menguasai Dunia, Bagaimana Potensi Indonesia?

27 September 2026
Menakar Kenyamanan dan Keselamatan: RRI Pro 1 Jogja Hadirkan “NGOBRAS” Transportasi Publik yang Ramah Konsumen
News

Menakar Kenyamanan dan Keselamatan: RRI Pro 1 Jogja Hadirkan “NGOBRAS” Transportasi Publik yang Ramah Konsumen

27 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

29 September 2026
Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

29 September 2026
Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

29 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026
Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

29 September 2026
Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

29 September 2026
Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

29 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045

Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045

29 September 2026
Fondasi Budaya dan Infrastruktur, Catatan Hangat dari Kediaman Mbah Harto Mantan Bupati Gunungkidul

Fondasi Budaya dan Infrastruktur, Catatan Hangat dari Kediaman Mbah Harto Mantan Bupati Gunungkidul

28 September 2026