KORAN MERAPI — Jajaran Kodim 0730/Gunungkidul, Polsek, RSUD Wonosari dan lintas sektor di Kapanewon Wonosari melaksanakan kegiatan bersih kali di kompleks area timur RSUD Wonosari, Jumat, (14/8/2026). Aksi ini merupakan agenda rutin yang dilakukan sebagai bentuk implementasi dari program prioritas Bupati Gunungkidul, yaitu Gayeng Guyub dan Alam Lestari.
“Kegiatan kolaboratif ini difokuskan pada upaya menjaga kelestarian alam serta mencegah potensi bahaya banjir melalui pembersihan aliran sungai.” ujar Dwi Windarsih selaku Panewu Kapanewon Wonosari saat ditemui di lokasi. Selain dampak lingkungan, aksi ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam pelaksanaannya, ditekankan bahwa urusan kebersihan dan kesehatan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, pihak kelurahan, serta seluruh stakeholder terkait untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pasiter Kodim 0730/Gunungkidul, Kapten Arm Suharta menjelaskan, Aksi yang difokuskan pada sasaran sungai yang terletak di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan belakan Kodim 0730/Gunungkidul tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, dimana sejumlah instansi lintas sektoral melaksanakan kegiatan gotong royong atau corve pembersihan lingkungan pada pagi ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara berbagai pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres, hingga pihak Kecamatan. Seluruh personel dari berbagai unsur turun langsung ke lapangan untuk menyisir dan membersihkan aliran sungai dari sampah maupun hambatan lainnya.” ujar Kapten Arm Suharta.
Ia berharap semangat kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial peringatan HUT RI, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keasrian lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan, aksi nyata ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat menuju “Indonesia Asli” (bersih dan terjaga), sekaligus menjadi implementasi dari visi Bupati Gunungkidul dalam mewujudkan “Alam Lestari”. Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dapat terus tumbuh sehingga kelestarian alam di Kabupaten Gunungkidul benar-benar terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, dengan gerakan ini semoga apa yang diharapkan oleh pemerintah pusat dan visi Bupati Gunungkidul untuk alam lestari bisa benar-benar terjaga di lingkungan Kabupaten Gunungkidul,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Edy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan harapan agar alam di wilayah tersebut tetap terjaga kelestariannya.
Meskipun harus menghadiri agenda Sidang Paripurna Istimewa di DPRD Gunungkidul, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih tetap memantau jalannya pembersihan tersebut. Hal tersebut disampaikan Bupati saat ditemui sesusai mengikuti rapat Paripurna di kantor DPRD Gunungkidul.
“Pelayanan kesehatan harus bersih dari sampah, dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Pak Dandim dan seluruh pasukan yang terlibat dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mewujudkan Kabupaten Gunungkidul yang lestari dan mendukung terciptanya Indonesia yang asri.” ujar Bupati Endah.
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari komitmen rutin untuk menjaga kebersihan sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Gunungkidul agar terbebas dari limbah dan sampah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kebersihan wilayah tersebut. (Rls)

















