Kamis, 29 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Wamensos RI Buka Peluang, Pemkab Bantul Siap Bentuk TP2GD, Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik

admin by admin
29 Oktober 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Pemerintah Kabupaten Bantul sangat mendukung pengusulan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, wartawan Harian Bernas yang gugur dalam perjuangan jurnalistik, sebagai Pahlawan Nasional bidang jurnalistik. Pemkab Bantul segera membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk mengawal proses pengusulan tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih saat membuka Seminar Nasional bertema “Menelusuri Jejak Perjuangan dan Pengabdian Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin)” di Gedung Induk Lantai 3 Parasamya, Bantul, Kamis (29/10/2026).

Seminar ini diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY bersama Tim Ad Hoc Udin tersebut diikuti lebih dari 130 peserta secara luring dan daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain seniman, budayawan, dosen, guru, wartawan, serta unsur masyarakat lainnya.

Bupati Bantul mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang dinilai penting untuk menggali kembali sejarah perjuangan Udin sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat tentang peran pers dalam kehidupan demokrasi.

“Perjalanan hidup dan pengabdian almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau yang akrab kita sapa Udin, adalah bagian tidak terpisahkan dari sejarah daerah Kabupaten Bantul yang patut dikenang dan diabadikan,” ujar Abdul Halim Muslih.

Menurutnya, keberanian, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab Udin dalam menjalankan profesi wartawan merupakan nilai-nilai penting yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Abdul Halim mengungkapkan, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional menjadi pengalaman pertama bagi Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mengusulkan seseorang untuk memperoleh gelar tersebut.

“Saya mengecek ke Pak Asisten dan Kepala Dinas Sosial, ternyata ini pengalaman pertama Pemerintah Kabupaten Bantul terlibat di dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional pada seseorang,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bantul akan membentuk TP2GD tingkat kabupaten. Tim ini bertugas meneliti dan mengkaji kelayakan usulan berdasarkan bukti sejarah, jasa perjuangan, serta ketentuan yang berlaku.

Pembentukan tim tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan proses pengusulan Udin berjalan sesuai mekanisme, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

Bupati berharap seminar nasional tersebut menghasilkan rekomendasi konkret dan strategis yang dapat memperkuat upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Udin

Udin merupakan wartawan Harian Bernas yang dikenal karena keberaniannya mengungkap berbagai persoalan melalui karya jurnalistik. Perjuangannya berakhir tragis setelah mengalami penganiayaan pada 13 Agustus 1996. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada 16 Agustus 1996.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan kebebasan pers di Indonesia, terutama pada masa ketika ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Perjuangan Udin dinilai relevan untuk terus dikenang sebagai pengingat bahwa kerja jurnalistik tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab publik dalam mengungkap kebenaran.

Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional bidang jurnalistik diharapkan dapat memberikan pengakuan negara atas pengabdian dan perjuangannya sekaligus memperkuat penghargaan terhadap kebebasan pers.

Dukungan terhadap pengusulan Udin juga disampaikan Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, melalui sambutan secara daring via zoom membuka peluang lebar Udin diproses menjadi pahlawan nasional. Agus Jabo berhalangan hadir secara langsung karena agenda mendadak terkait persiapan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden.

Agus Jabo menyatakan dukungan terhadap perjuangan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa pengusulan harus dilengkapi bukti sejarah dan persyaratan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang mengatur pemberian gelar kepada seseorang atas jasa dan pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara.

Menurut Agus Jabo, proses pengusulan perlu dimulai dari tingkat kabupaten atau kota melalui dinas sosial dan pemerintah daerah. Selanjutnya, usulan dikaji oleh TP2GD tingkat kabupaten, diteruskan ke tingkat provinsi, kemudian diajukan kepada Kementerian Sosial untuk proses pengkajian di tingkat pusat.

Setelah melalui tahapan penilaian sesuai ketentuan, usulan akan diproses lebih lanjut melalui mekanisme Dewan Gelar sebelum menjadi keputusan Presiden.

Karena itu, ia mendorong PWI dan berbagai unsur masyarakat untuk segera menyiapkan dokumen, literatur, serta bukti pendukung yang diperlukan agar proses pengusulan dapat berjalan secara terarah.

Dukungan pemerintah daerah, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan administrasi dan kajian sejarah dapat dipenuhi.

Seminar menghadirkan narasumber Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN sekaligus sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Najib Azca, Dua mantan anggota DPRD Bantul periode 1997–1999, Ahmad Subagyo dan Bambang Wahyu Nugroho, memaparkan pengalaman mereka saat terlibat dalam Pansus terkait kasus Udin, Anggota Tim Pencari Fakta PWI – Udin yang juga Redaktur Liputan Bernas saat Udin bertugas serta moderator Dr Drs Octo Lampito MPd yang merupakan Ketua PWI DIY saat Udin gugur dan kemudian memutuskan membentuk TPF PWI Udin.

Turut memberikan sambutan Ketua PWI Pusat, Ahmad Munir melalui tapping. Dalam sambutannya mendukung wartawan Udin diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Seminar nasional ini menjadi salah satu upaya PWI DIY dan Tim Ad Hoc Udin untuk memperkuat dokumentasi sejarah, menghimpun pandangan berbagai kalangan, serta mendorong pengakuan negara terhadap perjuangan Udin.

Melalui dukungan Pemkab Bantul dan sinergi berbagai elemen masyarakat, perjuangan mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional bidang jurnalistik diharapkan dapat berlanjut melalui proses yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Rls)

Tags: Abdul Halim MuslihAgus Jabo PriyonoBupati BantulKoranmerapi.idPahlawan NasionalUdinWamensos RI

Related Posts

Ibarat Generator yang Sudah Dinyalakan, Seni Rupa Kulon Progo Harus Berani Mengkritik Kekuasaan dan Korupsi
News

Ibarat Generator yang Sudah Dinyalakan, Seni Rupa Kulon Progo Harus Berani Mengkritik Kekuasaan dan Korupsi

29 Oktober 2026
Wamensos RI Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional, PWI Diminta Segera Lengkapi Persyaratan
News

Wamensos RI Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional, PWI Diminta Segera Lengkapi Persyaratan

29 Oktober 2026
Ahmad Munir: Perjuangan Udin Tak Boleh Berhenti pada Seremoni, PWI Dorong Pengakuan Pahlawan Nasional
News

Ahmad Munir: Perjuangan Udin Tak Boleh Berhenti pada Seremoni, PWI Dorong Pengakuan Pahlawan Nasional

29 Oktober 2026
Menguak Tabir Keadilan: Pengacara Triyandi Mulkan Tegaskan Udin Korban Pembunuhan, Bukan Perselingkuhan
News

Menguak Tabir Keadilan: Pengacara Triyandi Mulkan Tegaskan Udin Korban Pembunuhan, Bukan Perselingkuhan

29 Oktober 2026
Dua Mantan Anggota DPRD Bantul Ungkap Perjuangan Pansus Kasus Udin pada 1998
News

Dua Mantan Anggota DPRD Bantul Ungkap Perjuangan Pansus Kasus Udin pada 1998

29 Oktober 2026
Putut Wiryawan Ungkap Percakapan Terakhir dengan Udin, Dokumen Rp 1 Miliar Jadi Sorotan
News

Putut Wiryawan Ungkap Percakapan Terakhir dengan Udin, Dokumen Rp 1 Miliar Jadi Sorotan

29 Oktober 2026