KORAN MERAPI – Bekasi International Soccer Field mendadak terasa seperti kampung halaman pada Minggu, 1 November 2026, tatkala lebih dari 2.500 warga perantauan memadati lapangan hijau. Mengusung tajuk “Sehat Bersama Dalam Persaudaraan”, acara ini merupakan pembukaan Pekan Olahraga Ikatan Keluarga Gunungkidul (POR IKG) ke-1 Tahun 2026 yang digelar untuk menyambut HUT IKG Jabodetabek ke-56. Kerjasama panitia di balik layar terlihat luar biasa, di mana Ketua Panitia Suyanto bersama jajarannya bahkan rela tidak tidur sejak tengah malam demi memastikan kesiapan acara yang mempertandingkan empat cabang olahraga antar-kapanewon ini.
Kesuksesan ajang perdana tersebut turut ditopang oleh kolaborasi lintas sponsor dan dukungan berbagai pihak. Mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sejumlah unit usaha milik warga diaspora seperti PT Kertas Nusantara hingga PT Mustikasari Persada, produk Sosro Indonesia, hingga jaminan keselamatan atlet melalui asuransi Saling Jaga. Kehadiran para tokoh penting, termasuk jajaran Forkopimda Kota Bekasi seperti Walikota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto dan Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Butantri Supriyanto serta Ketua Umum IKG Ipda (Purn.) Saimo, semakin menambah kemeriahan suasana pembukaan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung menyapa warganya dengan penuh kehangatan di tengah-tengah ribuan kontingen dari 18 kapanewon. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kegiatan olahraga ini bukan sekadar ajang berburu piala atau gelar juara semata. Dengan mengutip pidato bersejarah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pada tahun 1960 bertajuk “Membangun Dunia Kembali”, Bupati Endah mengajak warganya untuk membangun dunia yang kokoh, kuat, sehat, serta hidup dalam damai dan persaudaraan.

Melalui intisari pesan tersebut, Bupati Endah menekankan pentingnya menjadikan kompetisi sebagai sarana memperkuat fisik, melatih mental sportivitas, dan merawat tradisi srawung atau guyub rukun warga perantauan. Menurutnya, kemenangan sejati baru akan tercapai apabila seluruh kontingen dapat pulang membawa rangkulan silaturahmi yang semakin erat. Semangat kebersamaan ini terpancar nyata melalui senyum, canda tawa, dan percakapan berbahasa Jawa khas Gunungkidul yang menggema di seluruh area lapangan.
Pemandangan hangat kian terasa ketika Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI, Suyadi Pawiro yang merupakan putra daerah asli Purwosari, naik ke podium memberikan arahan. Di hadapan para atlet, ia menitipkan tiga sasaran utama penyelenggaraan POR IKG, yakni melahirkan atlet andal lanjutan, menjaga kebugaran tubuh agar aktivitas harian menyenangkan, serta mendorong tumbuhnya ekosistem industri olahraga. Suasana sempat mencair dan disambut gelak tawa penonton ketika ia berseloroh tentang nikmatnya menjaga kesehatan, “Dengan sehat kita makan apa saja enak. Makan tiwul saja sama sambal juga enak.”
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Sesmenpora turut mengusulkan agar agenda POR IKG ini dapat diselenggarakan di satu lokasi tetap setiap tahunnya tanpa berpindah-pindah. Menurutnya, konsistensi pemilihan tempat akan membantu membentuk ekosistem olahraga yang matang sekaligus memudahkan para sponsor untuk terus memberikan komitmen dukungan berkelanjutan. Usulan strategis ini disambut positif oleh panitia dan seluruh warga perantauan yang hadir di lokasi.
Rangkaian acara pembukaan tersebut akhirnya ditutup secara resmi dengan tiupan peluit tanda dimulainya berbagai pertandingan cabang olahraga seperti sepak bola, bola voli, bulutangkis, dan tenis meja. Bagi ribuan warga diaspora Gunungkidul yang hadir, ajang ini terbukti menjadi jauh lebih dari sekadar kompetisi fisik semata. Ia bertransformasi menjadi ruang temu rindu yang hangat, sarana silaturahmi lintas generasi, sekaligus panggung utama pengikat kebersamaan khas kampung halaman di tanah rantau.



















