Jumat, 3 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

BBPOM Yogyakarta Gelar Expose Hasil Pengawasan 2024. Inilah Hasilnya!

admin by admin
19 Desember 2024
in News
0
0
SHARES
56
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta mengintensifkan pengawasan terhadap produk pangan di berbagai sarana distribusi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, hal ini disampaikan kepada wartawan dalam konferensi pers, pada Kamis (19/12/24) di Gedung Bima Lantai 2 BBPOM Yogyakarta – Jl. Tompeyan 1, Tegalrejo Yogyakarta.

Hasil Expose disampaikan langsung oleh Kepala BBPOM di Yogyakarta Bagus Heri Purnomo, S.Si., Apt, yang didampingi Ketua Tim Pemeriksaan Reny Mailia, S.K.M., M.Si. dan Ketua Tim Penindakan Dra. Rossy Hertati, Apt., M.P.

Kepala BBPOM Yogyakarta, Bagus Heri Purnomo, SSi. Apt diawal koferensi pers mengatakan, bahwa BPOM merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang bertugas memastikan bahwa produk Obat dan Makanan di Indonesia memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ketat. “BPOM secara rutin melakukan pengawasan melalui 2 kegiatan yaitu pengawasan pre-market (sebelum mendapatkan ijin edar) dan post market (selama produk beredar di masyarakat),” jelasnya

Ia menambahkan, selain pengawasan rutin juga dilakukan pengawasan khusus apabila terjadi kasus ataupun di saat hari besar keagamaan. Pada hari raya besar seperti Natal dan Tahun Baru. “Peningkatan frekuensi pengawasan pangan olahan di rantai distribusi pangan olahan dilakukan sejak 1 Desember 2024, dengan target yang difokuskan pada pangan olahan terkemas yang kedaluwarsa, tanpa izin edar (TIE) / ilegal, dan rusak di sarana peredaran, seperti distributor, grosir, gudang dan ritel pangan,” paparnya ke awak media.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta mengintensifkan pengawasan terhadap produk pangan di berbagai sarana distribusi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari program rutin tahunan untuk memastikan keamanan dan kualitas produk pangan yang beredar di pasaran, terutama di supermarket, toko, dan grosir.

Kepala BBPOM di Yogyakarta, Bagus Heri Purnomo, SSi, Apt, mengungkapkan bahwa kegiatan pengawasan ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Menurut Bagus, pengawasan dilakukan pada Desember 2024 dengan memeriksa 74 sarana distribusi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 sarana (81%) dinyatakan memenuhi ketentuan yang berlaku, sementara 14 sarana (19%) ditemukan tidak memenuhi ketentuan. Temuan utama terkait dengan produk yang rusak, kadaluwarsa, atau tidak memiliki izin edar yang sah.

“Pengawasan ini rutin kami lakukan setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru untuk memastikan tidak ada produk pangan yang membahayakan kesehatan konsumen. Beberapa produk yang tidak memenuhi syarat ditemukan dalam kondisi rusak, kedaluwarsa, atau bahkan tidak terdaftar di BBPOM, yang jelas tidak boleh beredar di pasar,” ungkap Bagus

Terkait dengan temuan produk yang tidak memenuhi ketentuan, pihak BBPOM di Yogyakarta segera melaporkannya ke BBPOM Pusat untuk ditindaklanjuti. Jika produk tersebut diproduksi oleh perusahaan yang berada di luar wilayah pengawasan BBPOM di Yogyakarta, maka tindak lanjut akan dilakukan oleh BBPOM Pusat.

“Untuk produk yang ditemukan di wilayah pengawasan lokal, kami akan memberikan peringatan kepada produsen dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sarana distribusi yang bersangkutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa intensifikasi pengawasan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru ini tidak hanya fokus pada produk yang terindikasi tidak aman, tetapi juga pada upaya edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar selalu menjaga kualitas produk pangan yang mereka distribusikan.

“Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan informasi kepada pelaku usaha dan konsumen tentang pentingnya memilih produk yang aman dan terjamin kualitasnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bagus mengingatkan konsumen agar selalu memperhatikan label produk pangan yang akan mereka beli, seperti tanggal kedaluwarsa, izin edar, serta kondisi kemasan yang tidak rusak. Jika menemukan produk yang mencurigakan, konsumen diimbau untuk segera melaporkannya ke BBPOM Yogyakarta atau melalui aplikasi “Cek BPOM” untuk memastikan keamanan produk tersebut.

“Semoga melalui pengawasan yang lebih ketat ini, masyarakat dapat menikmati perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang, tanpa khawatir akan produk pangan yang tidak aman,” pungkas Bagus.(Ags)

Tags: Bagus Heri PurnomoBBPOM YogyakartaExpose Hasil PengawasanKoranmerapi.id

Related Posts

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban
News

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital
News

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 
News

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’
News

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026
Inovasi Ketahanan Pangan: Lazismu DIY Gandeng Pengalengan Gudeg Bu Lies Olah Daging Kurban Jadi Tongseng hingga Semur
News

Inovasi Ketahanan Pangan: Lazismu DIY Gandeng Pengalengan Gudeg Bu Lies Olah Daging Kurban Jadi Tongseng hingga Semur

30 Juni 2026
AMKI di Tahun Pertama: Menantang Arus Besar Perubahan Industri Media
News

AMKI di Tahun Pertama: Menantang Arus Besar Perubahan Industri Media

29 Juni 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026
Inovasi Ketahanan Pangan: Lazismu DIY Gandeng Pengalengan Gudeg Bu Lies Olah Daging Kurban Jadi Tongseng hingga Semur

Inovasi Ketahanan Pangan: Lazismu DIY Gandeng Pengalengan Gudeg Bu Lies Olah Daging Kurban Jadi Tongseng hingga Semur

30 Juni 2026
AMKI di Tahun Pertama: Menantang Arus Besar Perubahan Industri Media

AMKI di Tahun Pertama: Menantang Arus Besar Perubahan Industri Media

29 Juni 2026