KORAN MERAPI — Pemanfaatan Rumah Wakaf Muhammadiyah terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Pada Sabtu (31/5/2025), Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah Berbah yang berlokasi di Sekretariat Rumah Wakaf Muhammadiyah Tegaltirto, Berbah, Sleman, mengadakan kegiatan pemanfaatan rumah wakaf yang sekaligus menjadi bagian dari kegiatan rutin organisasi ‘Aisyiyah.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Lazismu Berbah, Saifu Rijal, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pemanfaatan rumah wakaf yang sudah berjalan efektif.
“Alhamdulillah, pemanfaatan rumah wakaf ini bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Di Berbah ini sempat banyak lahan dan bangunan wakaf yang mangkrak, tapi sekarang sudah mulai dihidupkan. Tanah wakaf memang harus digunakan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Saifu Rijal.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memaksimalkan fungsi tanah wakaf, serta menyarankan agar setiap kegiatan yang memerlukan dukungan Lazismu disertai dengan proposal agar dapat difasilitasi lebih baik.
Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah ini memiliki berbagai program keagamaan yang aktif dijalankan, antara lain: Pra Tahsin, Tahsin, Tahfidz dan Tempat kajian.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pertemuan rutin yang dilakukan di rumah wakaf baru. Ibu Isrodah, Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Berbah, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini juga menjadi refleksi atas keberhasilan mengkhatamkan Al-Qur’an untuk pertama kalinya di rumah tahfidz tersebut.
“Alhamdulillah, kami sudah mengadakan khataman perdana. Lalu pada hari ada musyawarah di momen Milad ke-108 ‘Aisyiyah tahun ini, kami lanjutkan dengan diskusi dan berbagai kegiatan lainnya,” terang Ibu Isrodah.
Kegiatan tersebut mencakup nonton film Nyi Ahmad Dahlan, pemberian tali kasih untuk janda dan lansia, senam massal, serta cek kesehatan gratis seperti tensi darah.
Ibu Isrodah juga menyampaikan harapan besar agar rumah wakaf ini menjadi wadah permanen bagi aktivitas ‘Aisyiyah dan masyarakat umum. Ke depan, akan dibentuk program tahfidz khusus untuk ibu-ibu ‘Aisyiyah dan masyarakat sekitar, guna menambah manfaat nyata dari keberadaan rumah wakaf ini.
“Kami ingin pertemuan-pertemuan rutin bisa terus terlaksana, dan dengan adanya program tahfidz untuk ibu-ibu, semoga bisa menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Rumah Wakaf Muhammadiyah Berbah seperti Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah ini terbukti bukan hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga ruang spiritual dan sosial yang hidup untuk umat. (Ags)




















