KORAN MERAPI – Penataan kawasan sungai di Kota Yogyakarta memasuki babak baru. Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi meluncurkan Kick Off Normalisasi Kali Code yang bertempat di Terban Madani, Jembatan Sardjito, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Yogyakarta, pada Jumat (26/6/2026). Langkah ini menjadi awal dari rencana besar menyulap Kali Code menjadi destinasi wisata arung jeram dan susur sungai yang representatif.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, antara lain Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Parlinggoman Simanungkalit beserta Kabid OP Vicki Aryanti, Dandim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono, Kadis PU Ummi Akhsanti, Kepala DLH Rajwan Taufik, dan Kasatpol PP Okto Noor Arafat. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pariwisata, BPBD, MPP Gondokusuman, Lurah Terban, mahasiswa KKN UGM, Satgas Sungai, LPMK, serta warga bantaran Kali Code.
Dalam sambutannya, Walikota Hasto Wardoyo mengajak generasi muda Jogja untuk bergerak aktif dan peduli terhadap lingkungan dengan bahu-mewujud membersihkan Kali Code. Ia memasang target ambisius agar penggalan sungai dari kawasan Hotel Tentrem hingga Jembatan Sardjito sudah bersih dalam waktu dua minggu ke depan.
“Dalam dua minggu, Kali Code dari Hotel Tentrem sampai Jembatan Sardjito harus sudah bersih, sehingga bisa segera dipakai untuk kegiatan wisata arung jeram atau susur sungai,” ujar Hasto tegas.

Untuk mempercepat proses pembersihan, satu unit alat berat (bego) telah diterjunkan ke lokasi guna mengeruk sedimen, mengangkat batu-batu besar, serta merapikan talud agar aliran sungai terlihat rapi, bersih, dan aman untuk aktivitas wisata.
Dukungan penuh juga datang dari pihak otoritas sungai. Plt. Kepala Balai BBWS Serayu Opak, Parlinggoman Simanungkalit, menyatakan komitmennya untuk mengawal normalisasi ini. Menurutnya, program ini krusial untuk mengembalikan fungsi Kali Code ke kondisi alamiahnya sekaligus mempercepat realisasi wisata Code.
Sementara itu, sesepuh sekaligus tokoh masyarakat Kali Code, Harris Syarif Usman, mengingatkan bahwa visi besar ini memerlukan konsistensi dan konsep yang matang melalui prinsip one river, one plan, one management (satu sungai, satu komunitas). Ia menekankan pentingnya penyusunan masterplan penataan Code dan rencana kontinjensi kebencanaan.
Guna memantik semangat warga dalam merawat sungai, Harris mengusulkan agar pemerintah menggelar lomba kebersihan Kali Code di tingkat kampung, kelurahan, hingga kemantren. Momentum ini dinilai sangat pas karena berdekatan dengan persiapan peringatan 17 Agustus dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta.
“Warga bisa menghias kawasan sungai dengan penjor dan lampion agar lebih semarak. Selain itu, perlu juga dibentuk Satuan Jogo Kali seperti Jogoboro di Malioboro. Tugasnya melakukan ronda keliling Kali Code untuk memastikan tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai,” pungkas Harris.
Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, akademisi, dan komunitas warga, normalisasi Kali Code ini diharapkan tidak hanya mengembalikan kelestarian ekosistem sungai, tetapi juga mendongkrak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan (ecotourism). (Rls)




















