KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta untuk memperkuat penanganan isu sosial dan lingkungan. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah, Jalan Lowanu, Yogyakarta, Kamis sore (26/2/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Dr. (HC) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), bersama Ketua PDM Kota Yogyakarta, KH. Aris Madani, S.Pd.I., M.Si.
Fokus utama kerja sama ini meliputi program Reresik Kali (kebersihan sungai), pengelolaan sampah, layanan lansia (Senior Care), serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dalam sambutannya menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam menata kota. Ia berharap Muhammadiyah dapat menjadi agent of change (agen perubahan) mengingat struktur organisasinya yang lengkap hingga ke akar rumput.

”Kami ingin mewujudkan ketertiban di bidang kebersihan lingkungan, sungai, lalu lintas, hingga masalah sosial dan narkoba. Harapannya, Jogja bisa bersih dan tertib seperti Singapura. Kami meminta Muhammadiyah secara khusus membina masjid-masjid di bantaran Sungai Code dan sungai lainnya agar ekosistem air kita tetap terjaga,” ujar Hasto Wardoyo.
Ditempat yang sama, Walikota juga meluncurkan Kampung Tematik di tiga wilayah, yakni Kelurahan Brontokusuman (Mergangsan), Sorosutan (Umbulharjo), dan Prenggan (Kotagede).
Ketua PDM Kota Yogyakarta, KH. Aris Madani, menyambut baik langkah ini sebagai upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang bermartabat. Program pengelolaan sampah “Mas Jos” (Masyarakat Jogja Olah Sampah) dan layanan lansia menjadi prioritas yang akan segera diintegrasikan dengan program dakwah Muhammadiyah.
Dukungan nyata juga datang dari sektor akademisi, diantaranya Universitas Ahmad Dahlan (UAD), melalui Dr. M. Hamdi, SE., MBA., UAD berkomitmen menerjunkan 300 mahasiswa KKN pada April mendatang untuk sosialisasi anti-narkoba, perawatan lansia, dan aksi bersih Sungai Code.
Kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Prof. Dr. Suratman menekankan visi Yogyakarta sebagai “Kota Bahagia” melalui pengelolaan sungai yang sehat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Komunitas Sungai Yogyakarta, Harris Syarif Usman, SH., M.Kn., menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan masjid dan mahasiswa dalam menjaga sungai.

“Jika sungai bersih, ke depan Jogja akan memiliki Eco-Edu Wisata yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara,” ungkapnya.
Turut hadir dalam acara ini Pj. Sekda Dedi Budiono, M.Pd., para Asisten Sekda, Kepala BNN Kota Yogyakarta Kombes Pol. Sudaryaka, S.I.K., jajaran kepala dinas, serta tokoh masyarakat dan santri PAY Putra Muhammadiyah.
Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para lansia melalui LazisMu Kota Jogja yang diberikan oleh Walikota dan Ketua PDM. (Rls)








