KORAN MERAPI – Di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif di Yogyakarta, tantangan untuk naik kelas dari usaha kecil menjadi menengah seringkali membentur tembok keterbatasan strategi dan teknis. Namun, secercah harapan hadir melalui PUM (Programma Uitzending Managers), sebuah lembaga sukarelawan asal Belanda yang siap menjembatani para pengusaha lokal dengan para ahli bisnis internasional.
Pada Kamis sore (2/4/2026), suasana hangat menyelimuti Kantor PUM Yogyakarta di Jl. Imogiri Timur Wirokerten Bantul. Di tengah rutinitasnya, S.R Yuyun Yunastuti, SE, MA, penanggung jawab perwakilan PUM di Yogyakarta, menjelaskan bagaimana organisasi ini telah menjadi motor penggerak bagi ribuan pengusaha di 30 negara berkembang selama lebih dari 40 tahun.
“Kami bukan sekadar pemberi saran, kami bekerja bersama. PUM menghubungkan pengusaha lokal dengan pensiunan pengusaha sukses asal Belanda yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidangnya,” ujar Yuyun saat ditemui di sela kegiatannya.

Model kerjasama yang ditawarkan PUM tergolong unik. Pemerintah Belanda menanggung biaya transportasi udara bagi para pakar, sementara pengusaha lokal atau UKM yang dibantu hanya perlu menyiapkan akomodasi lokal selama masa pendampingan, biasanya sekitar 12 hari.
Yuyun menekankan bahwa sektor yang dicakup sangat luas, mulai dari ketahanan pangan seperti pertanian, peternakan, hingga sektor non pangan seperti kerajinan tangan, tekstil, kesehatan, dan pariwisata.
“Intinya, kami ingin membantu UKM memenuhi standar kualitas yang kompetitif, tidak hanya di pasar lokal tapi juga global,” tambahnya.
Bagi para pelaku usaha di Yogyakarta dan sekitarnya yang berminat, Yuyun memaparkan beberapa syarat krusial, diantaranya: bisnis telah berjalan minimal 3 tahun, jumlah karyawan minimal 10 orang dan kepemilikan asing tidak boleh lebih dari 49% serta omzet tahunan dan total neraca di bawah 10 juta Euro (sekitar Rp160 miliar).
“Kami mencari bisnis yang sudah stabil namun butuh sentuhan strategis untuk ekspansi atau perbaikan sistem produksi,” jelas Yuyun.

Dengan kehadiran PUM di Yogyakarta, diharapkan kolaborasi ini mampu menyerap ilmu dari para mentor dunia untuk diterapkan dalam kearifan lokal. Pendampingan ini mencakup strategi perencanaan bisnis, konsultasi pemasaran, hingga bantuan teknis manufaktur dan transisi energi hijau.
Bagi pengusaha yang ingin berkonsultasi lebih lanjut, Kantor PUM Yogyakarta membuka pintu komunikasi melalui representatifnya. Karena di PUM, filosofi yang dipegang teguh adalah: “Together we grow”, bersama, kita bertumbuh. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi WhatsApp di 087742338599 atau Email: pum.yogyakarta@yahoo.com. (Ags)






