KORAN MERAPI — Di bawah naungan Pendopo Kapanewon Mlati yang teduh, sebuah langkah penting untuk masa depan informasi publik baru saja dipancangkan. Rabu (1/4/2026), bukan sekadar menjadi momen silaturahmi syawalan Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman, melainkan juga menjadi saksi lahirnya garda baru penjaga literasi: KIM “Pijar Mlati”.
Pengukuhan pengurus periode 2026–2031 ini bukan sekadar seremoni administratif. Di tengah riuhnya arus informasi digital yang kerap bercampur dengan disinformasi, kehadiran Pijar Mlati diharapkan menjadi filter, sebuah pelita yang memisahkan fakta dari bisingnya hoaks.
Struktur kepengurusan yang dikukuhkan mencerminkan sinergi yang kuat antara birokrasi dan semangat kemasyarakatan. Dyah Purwanti, S.Sos., M.IP. (Panewu Mlati) hadir sebagai penasihat, didampingi Ignatius Eko Ferianto, S.Sn., M.E. sebagai pembina, dan Maslina Dalimunthe, S.E. sebagai pengarah.
Di nakhoda operasional, Yoseph Edy Setyoharjo, S.T. resmi menjabat sebagai Ketua, didampingi oleh Bambang Murdoko, SKH. sebagai Wakil Ketua. Mereka membawahi tim yang terbagi dalam bidang-bidang strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi, sosial, budaya, hingga hubungan media. Susunan ini menegaskan bahwa KIM bukan hanya soal “berita”, tapi tentang menggerakkan potensi lokal di segala lini.
Tantangan bagi KIM saat ini bukan lagi sekadar memproduksi informasi, melainkan menjaga kualitas. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Arif Rahman, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman.
“Kualitas liputan menjadi perhatian utama. Informasi yang dikirim ke website Kominfo harus melalui proses yang baik agar kredibel. Bahkan, liputan yang berkualitas berpeluang ditayangkan di kanal informasi publik tingkat nasional,” ujar Arif memberikan semangat.
Ia mendorong agar Pijar Mlati tidak eksklusif, melainkan inklusif melalui kolaborasi dengan KIM kapanewon lainnya di bawah payung KIM Sembada.
Ketua Forum KIM Sembada, Adnan Nurcahyo, memberikan catatan penting mengenai peran strategis KIM sebagai “benteng” informasi. Menurutnya, KIM Mlati harus menjadi garda depan yang menyaring derasnya kabar burung yang sering meresahkan masyarakat.
Dengan pengukuhan ini, KIM “Pijar Mlati” resmi memikul tanggung jawab sebagai motor penggerak literasi digital. Harapannya sederhana namun mendalam: agar masyarakat Mlati dan Sleman pada umumnya, tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya di era digital. (Rls)



















