KORAN MERAPI – Setelah menanti selama kurang lebih 3,5 tahun, Adek Annida (Dik Ida), seorang penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami cacat permanen, akhirnya menerima santunan cacat tetap dari Jasa Raharja. Penyerahan bantuan ini dilakukan dalam sebuah kunjungan silaturahim yang dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, perwakilan Jasa Raharja, serta jajaran Forkopimkap setempat, Rabu, (5/8/2026).
Cairnya santunan ini merupakan hasil perjuangan kolektif selama empat bulan terakhir yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa (Lurah), Kapanewon (Panewu), pihak Rumah Sakit, Kepolisian, hingga Pemerintah Daerah. Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasa Raharja yang telah mengabulkan permohonan santunan bagi korban kecelakaan yang kini dalam kondisi lumpuh tersebut.
“Ini adalah wujud nyata kolaborasi kita semua untuk memberikan kekuatan bagi keluarga dalam perawatan Anida. Kita berharap ada mukjizat dari Allah SWT agar ia bisa pulih kembali,” ujar Bupati dalam sambutannya. Selain santunan cacat tetap, disebutkan pula adanya santunan lanjutan perawatan yang diberikan untuk meringankan beban biaya pengobatan keluarga.
Ayah kandung Annida, Aris Utami menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Ia menuturkan bahwa selama ini Anida rutin melakukan kontrol bulanan ke Rumah Sakit Panti Rapih Selang. Menurutnya, kondisi Annida menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan perhatian dan doa dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah membaik. Sebelumnya muka Annida belum begitu cerah (pucat), tapi setelah kunjungan Ibu Bupati dan doa dari bapak-bapak perangkat semua, sekarang ada banyak perubahan,” ungkap sang ayah. Ia juga mengonfirmasi telah menerima bantuan dana yang akan digunakan untuk mendukung kelanjutan perawatan anaknya.
Momentum pemberian santunan ini juga dijadikan sebagai bahan refleksi bagi masyarakat. Jasa Raharja mencatat bahwa wilayah Yogyakarta saat ini masuk dalam enam besar wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Indonesia.
Bupati memberikan imbauan keras kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur, agar tidak menggunakan kendaraan bermotor sebelum waktunya. Peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan kendaraan dengan kapasitas kecepatan tinggi seringkali membuat pengendara abai terhadap keselamatan.
“Jangan sampai kejadian yang menimpa Dik Ida terulang pada anak-anak kita yang lain. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan taat pada peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tegas Bupati.
Acara penyerahan tersebut ditutup dengan doa agar keluarga Anida senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan lahir batin dalam merawat putri mereka. (Rls)




















