KORAN MERAPI – Proyek pembangunan jalan strategis Kretek-Girijati, yang dikenal masyarakat sebagai jalur Kelok 18 (atau Kelok 23), kini menjadi harapan baru bagi konektivitas wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek infrastruktur yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul ini ditargetkan mampu mengintegrasikan kawasan wisata sekaligus mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan.
Berdasarkan data kontrak, proyek ini membentang sepanjang 5,64 kilometer dengan lebar jalan aspal 7 meter. Total biaya pembangunan mencapai Rp254,57 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor kerja sama operasi (KSO) Waskita dan PP.
Anang Nurkholis, selaku Project Manager, mengungkapkan bahwa pembangunan ini benar-benar membuka akses jalan baru melalui area yang sebelumnya merupakan hutan belantara. Tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi geografis berupa tebing yang sangat curam, sehingga memerlukan tahapan teknis pelaksanaan yang kompleks.
“Jalan Kretek-Girijati ini berfungsi sebagai penyambung krusial antara Jalan Parangtritis (dan Jembatan Kretek II) dengan ruas Girijati-Tlogowarak serta Legundi-Planjan yang merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).” ujar Anang.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang meninjau langsung ke lokasi, Jumat, (28/8/2026) berharap, jalur baru ini dapat memecah kemacetan menuju arah destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul, selain itu memberikan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi wisatawan yang menuju pantai selatan.
“Dan diharapkan kedepan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata yang lebih terintegrasi antara Bantul dan Gunungkidul.” kata Bupati Endah.
Pemerintah daerah juga telah merancang titik-titik strategis di sepanjang jalur ini, termasuk pembangunan gardu pandang dan rest area di wilayah perbatasan dua kabupaten. Lokasi ini nantinya akan difungsikan sebagai gerai bagi pelaku UMKM lokal.
Bupati Gunungkidul menekankan bahwa infrastruktur yang baik akan memicu pertumbuhan investasi. Melalui skema land banking, pemerintah berupaya menawarkan potensi ekonomi di area selatan kepada para investor agar aset daerah tidak menganggur dan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Keberhasilan proyek ini bergantung pada koordinasi erat antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Kerja sama ini diharapkan menciptakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan bagi kedua daerah. Di masa depan, pengembangan jalur ini juga diproyeksikan akan terintegrasi dengan rencana pembangunan tol di wilayah utara yang akan memiliki titik keluar (exit toll) di daerah Gedangsari atau Ngalang.

Proyek pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Gunungkidul tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen. Jalur ini direncanakan mulai difungsikan pada bulan September atau Oktober tahun ini.
Koordinator Lapangan proyek, Sukiswandi, menyatakan bahwa meskipun pengerjaan fisik telah selesai sepenuhnya, operasional jalan tersebut masih menunggu instruksi resmi terkait peresmian dari pusat.
“Secara pekerjaan fisik kan sudah 100 persen, tapi akan difungsikan insyaallah nanti bulan September atau Oktober tahun ini,” ujar Sukiswandi saat memberikan keterangan terkait status proyek tersebut.
Proyek strategis ini didanai melalui bantuan luar negeri dari Timur Tengah, yaitu melalui Islamic Development Bank (IsDB).
Pengerjaan yang telah diselesaikan mencakup paket jalan sepanjang 5 kilometer, dengan rincian 1,9 kilometer berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Proyek yang telah dimulai sejak Agustus 2023 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konektivitas di wilayah tersebut.
Selain paket yang telah rampung, Sukiswandi mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan pengerjaan untuk paket baru sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2027, seluruh akses jalan di wilayah Gunungkidul akan terbuka sepenuhnya bagi masyarakat.
Terkait rencana seremoni pembukaan jalan, pihak lapangan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari pemerintah pusat, “Tinggal nanti kita peresmian saja, peresmiannya secara virtual atau nanti secara langsung… kita nunggu kabar berita dari Kementerian PU Jakarta,” pungkas Sukis. (Rls)




















