KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi rujukan berbagai daerah dalam hal penurunan angka stunting. PengalamanWali Kota Yogyakata Hasto Wsrdoyo yang pernah menjabat sebagsi Kepala BKKBN dan merupakan seorang dokter spesialis kandungan menjadi keistimewaan tersendiri dalam penanganan stunting.
Ini ditambah kepedulian Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto yang terus menyalakan semangat memperjuangkan anggaran untuk penurunan angka stunting di Kota Yogyakarta.
Di momentum Festival Mustika Rasa yang mendekakatkan warisan Bung Karno akan kekayaan kuliner di Indonesia, Hasto Wardoyo sebagai Ketua Panitia Festival Mustika Rasa mengajak warga memasak menu warisan Bung Karno yang diyakini kandungan gizinyq mampu menurunkan angka stunting.
Untuk itu Hasto Wardoyo akan terus mendorong pemanfaatan resep masakan Nusantara dalam buku Mustika Rasa sebagai salah satu referensi pemenuhan gizi untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Saat di ditemui, Jumat (28/8/2026) Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kekayaan pangan lokal yang tercatat dalam buku warisan Ir.Soekarno tersebut memiliki beragam sumber karbohidrat dan protein yang dapat diolah menjadi makanan bergizi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau kita bisa memasak resep-resep yang ada dalam buku ini, baik orang Jawa, Sunda, Jawa Timur maupun Indonesia Timur, sebenarnya kebutuhan gizinya bisa tercukupi. Ini yang luar biasa,” jelas Hasto saat diwawancarai pada Jumpa Pers di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta.
Menurut Hasto, resep dalam Mustika Rasa juga dapat diterjemahkan menjadi menu makanan untuk pencegahan stunting dengan menyesuaikan potensi pangan lokal masing-masing daerah.
Pemanfaatan bahan pangan seperti beras, jagung, pisang, telur dan sumber protein lainnya dinilai dapat menjadi alternatif makanan bergizi bagi anak.
Upaya tersebut akan diperkenalkan melalui Festival Mustika Rasa yang digelar di Alun-Alun Selatan Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2026.
Selain mengenalkan kuliner Nusantara, kegiatan ini menjadi momentum mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Hasto menyebut angka stunting di Kota Yogyakarta menunjukkan penurunan. Dari sekitar 14 persen, angka tersebut kini berada di kisaran 8 persen. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama kader dan berbagai pihak akan terus memperkuat intervensi melalui pemberian makanan bergizi kepada keluarga yang memiliki risiko stunting.
“Maturnuwun Pak Eko (Ketua Komisi A DPRD DIY) yang memperjuangkan anggaran penanganan stunting di Kota Yogyakarta,” katanya.
“Jangan hanya bicara teori. Resep-resep ini harus kita praktekkan untuk mengatasi masalah di masyarakat, salah satunya stunting,” tambah Dokter Hasto Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto menjelaskan, pada 2026 ini. Pemerintah Kota Yogyakarta mendapat anggaran penanganan stunting sebesar Rp120 juta per Kelurahan.
“Tentu tahun depan akan ada tambahan lagi sehingga anggarannya lebih besar,” kata Eko Suwanto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan DIY ini.
Sedang terkait resep masakan Nusantara warisan Bung Karno, Eko Suwanto yang terus melakukan napak tilas Bung Karno ini mendorong Pemkot Yogyakarta menjalankan resep warisan Bung Karno untuk penanganan stunting.
“Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta,” kata politisi.muda PDI Perjuangan ini. (Rls)




















