KORAN MERAPI — Kemantren Mergangsan bekerja sama dengan Pasar Minggu Jogja (Pamijo) menggelar ajang Mergangsan Expo 2026 selama dua hari, Sabtu dan Minggu (5–6 September 2026). Berlokasi di Mandira Baruga Purawisata, Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta, perhelatan ini menjadi momentum penting untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian para pelaku UMKM, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Forum Bank Sampah di wilayah Mergangsan.
Mergangsan Expo 2026 menyajikan beragam daya tarik. Selain diramaikan oleh deretan stan produk UMKM unggulan, produk pertanian lokal, dan edukasi pengelolaan lingkungan hidup, panggung kesenian rakyat turut memanjakan para pengunjung.

Salah satu mata acara yang paling menyita perhatian warga adalah Fashion Show Pakaian Daur Ulang Sampah. Sebanyak 11 peserta perwakilan dari tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Keparakan, Wirogunan dan Brontokusuman, tampil percaya diri di atas panggung memamerkan kreasi busana unik dari bahan daur ulang untuk meraih penilaian dari dewan juri.
Semarak kegiatan juga diisi dengan tari kreasi anak-anak PAUD, pertunjukan Barongsai, Liong, Jathilan, tari kreasi baru, pantomim, pertunjukan biola, hingga pentas musik tematik di malam hari yang membawakan lagu-lagu nostalgia Panbers dan Koes Plus.
Mewakili Wakil Walikota Yogyakarta, Ibu Risma dari Disperindagkop Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya expo ini. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, sukses, serta berkelanjutan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.
Ketua Panitia Mergangsan Expo 2026, M. Ikhwan Pribadi, menjelaskan bahwa meskipun berada dalam kondisi efisiensi anggaran, kegiatan ini tetap terlaksana dengan meriah berkat sinergi dan kolaborasi yang kuat bersama Pamijo Mandira Baruga Purawisata.

“Setiap kelurahan di Kemantren Mergangsan sebenarnya juga memiliki event unggulan masing-masing, seperti Keparakan dengan Ireda Fest, Wirogunan dengan Wiro Fest, dan Brontokusuman dengan Prawirotaman Fest. Semua event tersebut saling mendukung dan melengkapi satu sama lain,” ungkap M. Ikhwan.
Hadir dalam pembukaan dan rangkaian acara, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Mantri Pamong Praja (MPP) Mergangsan, Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, para Lurah, Tuwanggono, serta seluruh Kepala Kampung se-Kemantren Mergangsan.
Mantri Pamong Praja (MPP) Mergangsan, Suradi, menegaskan pentingnya wadah ini untuk mempromosikan seluruh potensi wilayah kepada masyarakat luas.
“Melalui expo ini, kita ingin para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif semakin percaya diri dalam mengembangkan produk serta memperluas jangkauan pasarnya. Harapan kami ke depan, Mergangsan Expo dapat masuk dalam kalender event pariwisata resmi Kota Yogyakarta,” ujar Suradi.

Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua Harian Gapoktan Kemantren Mergangsan, Harris Syarif Usman. Menurutnya, kolaborasi antara Mergangsan Expo dan PAMIJO merupakan langkah konkret agar UMKM, kelompok tani, dan bank sampah dapat terus tumbuh dan berkembang.
“Momen ini tidak hanya menambah kemeriahan menyambut HUT Kota Jogja, tetapi juga menjadi media promosi dan publikasi efektif bagi UMKM dan Poktan. Semoga para pelaku usaha dan petani lokal semakin maju, sejahtera, dan mandiri,” pungkas Harris. (Ags)






