KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperkuat langkah mitigasi bencana melalui aksi nyata gotong royong sinergis antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Padukuhan Bedil, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kamis, (24/9/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama menjelang musim penghujan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini, jajaran Forkopimda termasuk Kapolres dan Dandim, serta sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3.
Dalam laporannya, Panewu Semin, Dasno mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong ini mencakup berbagai proyek pembangunan fisik di sepuluh kelurahan di wilayah Kapanewon Semin. Beberapa proyek utama meliputi: Cor rabat jalan: Dilaksanakan di beberapa titik seperti Padukuhan Bedil Kulon (154 m), Padukuhan Tahunan (169 m), dan Padukuhan Purwo (180 m).
Kemudin Pembangunan Talud; Pembangunan dinding penahan tanah dilakukan di Padukuhan Tulung (tinggi 7,2 m), Padukuhan Taberan Kidul (77 m), dan Padukuhan Parangan (22) dan Infrastruktur Pendukung: Termasuk pembangunan talud jembatan di Widoro sepanjang 7 meter.
Bupati menekankan bahwa fokus utama dari pembangunan drainase dan talud ini adalah untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang diprediksi akan meningkat saat musim hujan tiba pada bulan November sesuai perkiraan BMKG. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran perubahan untuk pengerukan sedimentasi sungai .guna mencegah luapan air ke pemukiman warga.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan untuk kepentingan bersama. Gotong royong adalah kekuatan sosial yang tidak bisa ditandingi oleh apa pun,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menginformasikan adanya arahan dari KPK terkait mitigasi pencegahan korupsi dalam pelaksanaan APBD. Bupati meminta anggota DPRD yang hadir untuk turut mengawal dan mengevaluasi agar program gotong royong ini benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan harapan agar semangat gotong royong terus hidup di setiap padukuhan sebagai fondasi pembangunan Gunungkidul yang adil dan makmur. (Rls)




















