KORAN MERAPI – Pemerintah Kapanewon Karangmojo bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), jajaran Kepolisian, TNI, serta tim medis bergerak cepat memberikan penanganan terpadu bagi Dik Aji, seorang anak berkebutuhan khusus (anak istimewa) yang tinggal bersama kakek dan neneknya di Kalurahan Bejiarjo, Kapanewon Karangmojo, Selasa, (06/10/2026). Penanganan terpadu ini mencakup pembangunan rumah layak huni dengan target waktu 10 hari hingga dua minggu, serta intervensi medis secara berkala untuk memulihkan kondisi kesehatan fisik dan jiwanya.
Pemasangan rantai yang selama ini terpaksa dilakukan oleh pihak keluarga terhadap Dik Aji menjadi perhatian serius lintas instansi. Peninjauan lokasi dan pemantauan persiapan pembangunan hunian dilakukan secara langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kunjungan tersebut, hadir Ketua BAZNAS Kiai Mustangid, Panewu Kapanewon Karangmojo, Lurah Bejiarjo, Kapolsek Karangmojo, Danramil Karangmojo, Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dokter Puskesmas, serta para tokoh masyarakat Bejiarjo.
Berdasarkan pengakuan Kakeknya, Tugino, Dik Aji merupakan anak berkebutuhan khusus yang diasuh dan dirawat oleh kakeknya, Tugino, serta neneknya, Lugino, sejak berusia tiga tahun. Dalam riwayat pendidikannya, Dik Aji sempat menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga kelas dua. Namun, kondisi emosionalnya sering kali tidak terprediksi akibat perlakuan perundungan (bullying) dari anak-anak sebaya di lingkungan sekitarnya saat berada di lapangan.
Aksi perundungan tersebut memicu reaksi emosi dari Dik Aji, yang dibalas dengan tindakan melempar batu. Demi menjaga keselamatan masyarakat sekitar serta mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan pada siang hari, pihak keluarga terpaksa menempatkan Dik Aji di dalam rumah dengan memasang rantai. Ketika malam hari tiba, rantai tersebut dilepas agar Dik Aji dapat tidur berdampingan bersama kakek dan neneknya.

Selain masalah kesehatan jiwa, Dik Aji juga memiliki riwayat penyakit bawaan berupa epilepsi yang kerap kambuh. Gejala kejang saat epilepsi kambuh menyebabkan Dik Aji terjatuh hingga mengalami luka-luka fisik, termasuk memar dan bekas biru pada bagian pelipisnya. Sebelumnya, Dik Aji sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang. Namun, proses pengobatan berkala di RSJ tersebut terpaksa terhenti akibat keterbatasan biaya yang dihadapi keluarga Pak Tugino.
Menanggapi kendala medis dan penghentian berobat akibat keterbatasan finansial tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan intruksi kepada tim kesehatan lintas lembaga yang terdiri dari RSUD, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan merumuskan langkah kolaborasi penanganan medis secara berkelanjutan. Dokter Puskesmas yang dahulu mengkhitan Dik Aji juga hadir dan dilibatkan langsung dalam memantau perkembangannya.
Guna memberikan lingkungan hidup yang aman dan kondusif, BAZNAS bekerja sama dengan Pemda Gunungkidul sertta jajaran Pemerintah Kapanewon Karangmojo, para Aparatur Sipil Negara (ASN), serta jajaran terkait mengalokasikan bantuan dana zakat untuk membangun rumah layak huni bagi keluarga Pak Tugino.
“Pembangunan fisik hunian direncanakan berlangsung cepat, dengan target penyelesaian antara 10 hari hingga dua minggu. Dalam perencanaan tata ruang hunian baru tersebut, Dik Aji akan dibuatkan kamar khusus yang dibuat menyatu dengan kamar kakek dan neneknya.” ungkap Bupati Endah.
Bukan tanpa alasan, dengan ruangan khusus tersebut diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pengawasan, memudahkan Pak Tugino dan Mbah Lugino dalam memantau dan mengawasi aktivitas Dik Aji secara intensif setiap saat.
Dan juga memberikan kenyamanan dan ketenangan psikologis bagi Dik Aji karena berada dekat dengan orang-orang terkasih yang mengayominya.
Penanganan kasus Dik Aji menjadi wujud nyata sinergitas lintas instansi di Pemda Gunungkidul. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh Bupati Gunungkidul kepada seluruh jajaran perangkat daerah, ASN di Kapanewon Karangmojo, Panewu, BAZNAS, jajaran TNI-Polri (Koramil dan Polsek), tim medis RSUD dan Puskesmas, serta para pezakat yang telah memercayakan zakatnya.
Bupati juga memberikan imbauan moral yang mendalam, khususnya bagi warga Bejiarjo dan masyarakat luas, ketika berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Masyarakat diminta untuk memperlakukan anak-anak istimewa ini dengan perlakuan yang juga istimewa penuh kasih sayang, kepedulian, dan dukungan serta menghentikan segala bentuk perundungan.
“Bahwa tidak ada satu pun orang tua yang menginginkan anaknya terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Namun, sebagai manusia yang dikaruniai akal budi sempurna, masyarakat diajak untuk saling mengasihi, menyayangi, dan memberi dukungan. Melalui ketersediaan tempat tinggal yang layak serta pengobatan medis yang teratur, kesehatan jiwa dan kualitas hidup Dik Aji diharapkan dapat membaik secara signifikan.” pungkas Bupati. (Rls)



















