Kamis, 15 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

admin by admin
15 Oktober 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan dan dampak karhutla yang berkepanjangan, mulai membuat masyarakat frustasi dan marah karena kehidupan mereka sehari-hari sangat terganggu.

“Kondisi ini membuat kita terusik. Bahkan, di tengah kesulitan masyarakat di daerah-daerah rawan karhutla, kita mendengar berita adanya operasi tangkap tangan KPK di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini mengusik rasa kemanusiaan kita,”ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane saat membuka Diskusi Kebangsaan FWK di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Hadir dalam diskusi hibrida ini, Hendry Ch Bangun, mantan Ketua Dewan Pers 2019-2022 serta sejumlah pengurus FWK dan pemimpin redaksi media massa. Sementara teman-teman FWK yang hadir secara daring (online), di antaranya M Harris Sadikin (Palangka Raya); Zainal Helmie (Banjarmasin); Endro S Effendi (Samarinda); IGMG Dwikora (Bali) dan Suroso Miswan (Papua Tengah).

Beberapa masalah daerah yang berdampak secara nasional menjadi isu hangat dalam diskusi ini. Selain masalah karhutla, FWK juga membahas masalah kelangkaan BBM di Bali. Di sejumlah SPBU, warga harus mengantre berjam-jam untuk dapat membeli BBM.

“Dampak kelangkaan BBM ini sangat luas, baik di bidang transportasi, pariwisata dan Pendidikan,”ujar Dwikora.

Anak tiri

Tokoh pers di Kalimantan Selatan, Zainal Helmie mengemukakan, masyarakat menghadapi masalah serius karena karhutla yang berkepanjangan telah menganggu kesehatan masyarakat, kehidupan ekonomi rakyat, transportasi dan pendidikan.

Dikatakan, sekolah-sekolah sudah diliburkan dan anak-anak harus belajar dari rumah, serta tidak adanya jadwal penerbangan yang pasti, ini hanya sebagian kecil kesulitan yang dihadapi masyarakat. Ini menunjukkan pemerintah kurang serius menangani Karhutla.

“Terkesan karhutla kurang mendapat prioritas. Anggarannya terbatas,”ujar Helmie, Koorda FWK Kalsel.

Tidak heran, jika ada persepsi Kalimantan Selatan menjadi anak tiri, karena bukan termasuk daerah yang mendapat prioritas tinggi dalam penanganan karhutla. Saat ini, fokus pemerintah pusat pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Kabut asap tebal menyelimuti kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), hampir setiap hari. Tak heran jika wartawan senior, Harris Sadikin menyebut sudah hampir sebulan, tidak ada penerbangan dari Palangka Raya.

Akibat adanya kabut tebal, warga menghindari beraktivitas di luar rumah. Yang terkena dampaknya adalah UMKM karena omsetnya turun cukup drastis. Ini berpotensi mengakibatkan kredit macet di bank meningkat. Ekonomi melambat.

“Hingga kini, hampir dua bulan anak-anak tidak masuk sekolah. Semua anak belajar dari rumah,”tambah Harris, Koorda FWK Kalteng.

Kondisi darurat karhutla juga disampaikan koorda di Kalimantan Timur, Endro S Effendi. Masyarakat, katanya, sangat merasakan dampaknya.

Koorda FWK di Papua Tengah, Suroso Miswan menyebut masalah karhutla dan kemarau panjang mengakibatkan kesulitan hidup masyarakat.

Wartawan senior M Nasir, Dr Budi Nugraha, Rudi Sitompul, Dadang Rachmat, Berman Nainggolan, Herwan Pebriansyah dan Iqbal Risyad (Pimred VOI) juga menyoroti dan mempertanyakan mengapa pemerintah belum memanfaatkan tawaran bantuan negara-negara sahabat Indonesia.

Hendry Ch Bangun menyatakan karhutla yang berkepanjangan di Kalsel, Kaltim dan Kalteng membuat rakyat frustasi dan marah karena kehidupan mereka terganggu, tidak saja masalah kesehatan yang memburuk, ekonomi yang mulai macet hingga pendidikan dan transporasi yang terganggu. Sementara belum terlihat upaya sistematis dan tepat dari pemerintah pusat.

Setidaknya kebijakan Presiden Prabowo dalam penanganan Karhutla, termasuk instruksinya dalam mempercapat pemadaman, baik lewat operasi darat dan udara di sejumlah wilayah, belum dirasakan langsung manfaatnya. Masyarakat masih berjuang menghadapi kabut asap.

Herry Sinamarata, Koordinator Ekonomi FWK menambahkan, pemerintah harus segera memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat termasuk UMKM yang sedang kesulitan menghadapi dampak negatif karhatlu. Jangan menunggu apinya padam, baru bergerak! (Rls)

Tags: FWKHendry Ch BangunKalselKarhutlaKoranmerapi.id

Related Posts

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!
News

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting
News

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM
News

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)
News

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026
News

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026
KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional
News

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026