KORAN MERAPI – Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat tata kelola lembaga, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Ugoro” SMKN 2 Yogyakarta menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) pada Sabtu (24/10) pagi.
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat ‘Jodipati’ SMKN 2 Yogyakarta, Jalan A.M. Sangaji No. 49 Yogyakarta ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ki Bambang Widodo, M.Pd. (Wakil Ketua Dekopinda Kota Yogyakarta) dan Nusi Dwi Christanto, S.Sos., M.M. (Konsultan Relti Yogyakarta).
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Drs. Muh. Rokhis, memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucap terima kasih kepada pengurus KPRI “Ugoro” atas terselenggaranya diklat tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan memberikan manfaat nyata bagi para pengurus, pengawas, maupun seluruh anggota koperasi.
“Kepengurusan koperasi memiliki sistem periodesasi. Pada waktunya, anggota dapat terpilih menjadi pengurus maupun pengawas koperasi. Semoga KPRI ‘Ugoro’ semakin maju, sehat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya,” ujar Muh. Rokhis.
Pada sesi materi bertajuk “Manajemen dan Pengelolaan Koperasi Modern”, Ki Bambang Widodo memaparkan 7 prinsip utama koperasi modern sebagaimana yang ditetapkan oleh International Cooperative Alliance (ICA), yaitu meliputi keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipasi ekonomi anggota, Otonomi dan kemandirian pendidikan, pelatihan, dan informasi dan kerjasama antar-koperasi serta Kepedulian terhadap komunitas.
Ki Bambang Widodo menjelaskan bahwa karakteristik utama koperasi modern terletak pada tata kelola yang profesional, tertib administrasi, transparan, serta adaptif terhadap teknologi digital. Penerapan sistem pengawasan berbasis digital dan layanan digital dinilai penting untuk mempermudah aksesibilitas bagi anggota.
Guna memajukan koperasi, ia menekankan pentingnya keberanian pengurus dalam melakukan pembenahan tata kelola, inovasi produk, digitalisasi, serta penguatan partisipasi aktif anggota. Langkah-langkah strategis yang ditawarkan meliputi membenahi manajemen dan tata kelola internal, melakukan diversifikasi usaha dan inovasi produk.
Kemudian melakukan transformasi digital dan menerapkan pemasaran modern, meningkatkan kapasitas SDM serta anggota koperasi, memperkuat kemitraan strategis dan Mendorong partisipasi aktif seluruh anggota.
Acara diklat terasa semakin berkesan karena Ki Bambang Widodo merupakan alumni STM Negeri 1 Yogyakarta (sekarang SMKN 2 Yogyakarta) angkatan 1976. Di akhir sesi, Ki Bambang menyerahkan kenang-kenangan berupa buku karyanya yang berjudul “Berpaling Kepada Sistem Among: Bunga Rampai Ketamansiswaan, Permuseuman dan Kemasyarakatan” kepada Kepala SMKN 2 Yogyakarta, dilanjutkan dengan sesi foto bersama para guru dan peserta diklat. (Rls)




















