KORAN MERAPI – Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., mendorong Karang Taruna untuk segera bergerak melahirkan karya nyata dan berperan aktif menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat, mulai dari kejahatan jalanan, minuman keras, hingga penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Syauqi saat menjadi keynote speaker dalam acara Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026 yang berlangsung di Gedung DPD RI DIY pada Senin (26/10/2026). Acara tahunan ini mengusung tema “Seni dan Usaha, Gerakan Nyata Melawan Narkoba”.

Sebagai anggota Komite III DPD RI yang membidangi Kesejahteraan Sosial, Pemuda, dan Olahraga, Syauqi menegaskan pentingnya aksi cepat dari generasi muda.
“BBKT ini merupakan momentum Karang Taruna untuk berkarya nyata dan berperan aktif menjawab persoalan masyarakat. Saya beri waktu 3 bulan untuk pengurus Karang Taruna agar bisa kerja nyata mengimplementasikan program-programnya,” tegas Syauqi di hadapan para peserta.
Dukungan serupa disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta yang juga Staf Ahli Walikota, Patricia Heny Dian Anitasari, S.H., M.Hum. Ia menekankan bahwa di tengah dinamika pembangunan Kota Jogja yang kompleks, peran aktif Karang Taruna sangat dibutuhkan melalui program konkrit yang berdampak langsung.
“Program tidak perlu muluk-muluk, tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jogja, seperti keterlibatan dalam Jogja Sapa Lansia, bedah rumah, hingga Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana. Keterlibatan pada kegiatan lingkungan seperti reresik Sungai Code juga penting agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan Kota Jogja,” tutur Patricia.
Sebagai langkah konkret memperkuat gerakan, Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, Yuliantono, S.Si., M.Sc., didampingi Sekretaris Umum Vingky Kurnia, A.Md., I.Kom., secara resmi mengukuhkan 3 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karang Taruna Kota Yogyakarta, yaitu Satgas Kartika (Karang Taruna Anti Narkotika), yang dipimpin oleh Nirmala Prihatna.

Kemudian Paguyuban Kesenian yang dipimpin oleh Bagus Hayat Madani dan Edupreneurship yang dipimpin oleh Wisanggeni Deastiam Saebani.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Talk Show interaktif yang dimoderatori oleh Bendahara KT Kota Jogja, Nur Oryza Argo. Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Solikhul Hadi, S.H., M.Kn., Sekretaris Komisi D DPRD Kota Yogyakarta & Ketua MPKT, Yuliantono, S.Si., M.Sc., Ketua KT Kota Jogja, serta Yunan Andriyanto, S.Psi., Ketua Panitia BBKT 2026.
Sejumlah masukan strategis turut mengemuka dari para purna bakti dan tokoh Karang Taruna. Monda Saragih, S.H., bersama Mbah Hadi selaku Konselor BNK, menyoroti pentingnya penguatan peran Satgas Kartika dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika di tingkat tapak.

Sementara itu, mantan Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kota Yogyakarta, Ustaz Harris Syarif Usman, S.H., M.Kn., menitipkan pesan agar Satgas Kartika terus melanjutkan dan memaksimalkan rintisan program Cegah Berantas Narkoba. Ia juga mendorong Pemerintah Kota untuk mewujudkan fasilitas Youth Centre (Gelanggang Remaja).
“Sebagai kota pendidikan dan pelajar, keberadaan Youth Centre di Jogja sangat mendesak sebagai pusat kegiatan positif anak muda. Pengurus Karang Taruna Kota Jogja harus tetap solid dan kompak. Bersatu, bergerak, dan berdampak!” pungkas Harris. (Rls)




















