Senin, 12 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Gaza Akan Dibom Atom? Ngeri!

Oleh: Dr. KH Amidhan Shaberah Komisioner Komnas HAM 2002-2007 / Ketua MUI 1995-2015

admin by admin
25 Mei 2025
in Opini
0
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Ada usulan, Gaza kudu dibom atom. Waduh!

Itulah usulan Randy Fine, anggota Kongres Amerika Serikat (AS). Senator dari negara bagian Florida itu menyerukan agar Gaza “dibombardir dengan nuklir” seperti yang dilakukan Amerika di Hiroshima dan Nagasaki. Anggota Kongres dari Partai Republik itu menggambarkan perjuangan rakyat Palestina sebagai “kejahatan.”

Pernyataan kontroversial Randy Fine yang menyerukan agar Gaza dibom nuklir seperti Hiroshima dan Nagasaki diucapkan dalam wawancara di Fox News pada 22 Mei 2025. Komentar ini dipicu oleh insiden penembakan dua staf kedutaan Israel di Washington, D.C.. Pelaku penembakan diduga orang pro Palestina karena meneriakkan “Free Palestine.” Padahal, saat ini, sebagian besar akademisi, mahasiswa, dan pemuda terpelajar di Amerika bahu-membahu mendukung “Free Palestine” It sudah menjadi fenoomena umum di publik Amerika. Bendera Palestina, misalnya, kini berkibar di mana-mana, mulai kampus sampai tempat-tempat umum sebagai dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Dalam wawancara tersebut, Randy Fine menyatakan bahwa “perjuangan Palestina adalah kejahatan” dan menggambarkan budaya Palestina sebagai “dibangun di atas kekerasan.” Ia menekankan bahwa satu-satunya solusi adalah “penyerahan tanpa syarat,” dengan merujuk pada peristiwa bom atom di Jepang dalam Perang Dunia II. Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki itu menyebabkan Jepang menerima kekalahan tanpa syarat apa pun.

“Dalam Perang Dunia II, kita tidak bernegosiasi dengan Nazi, kita tidak bernegosiasi dengan Jepang. Kita menjatuhkan bom nuklir dua kali untuk mendapatkan penyerahan tanpa syarat. Itu yang harus terjadi di sini,” ujar Randy.

Dalam wawancara dengan Fox News tersebut, Randy ditanya tentang negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza yang terhenti. Randy berpendapat: “Satu-satunya akhir dari konflik ini adalah penyerahan diri sepenuhnya oleh mereka yang mendukung teror Muslim. Dalam Perang Dunia II, kita tidak menegosiasikan penyerahan diri dengan Nazi; kita tidak menegosiasikan penyerahan diri dengan Jepang.”

Senator asal Florida itu melanjutkan, “Kita menyerang Jepang dengan nuklir dua kali untuk mendapatkan penyerahan diri tanpa syarat. Itu harus sama di sini,” seraya menambahkan, “Ada sesuatu yang sangat, sangat salah dengan budaya ini dan itu harus dikalahkan.”

Awal Mei lalu, Fine juga menyebut anggota Kongres dari Partai Republik Rashida Thalib sebagai “teroris Muslim”. Rashida Thalib dalam cuitannya di X menyatakan Israel membuat Gaza kelaparan sampai mati. Fine menuduh Rashida menjadikan kelaparan sebagai senjata dalam krisis Gaza. Menjadikan kelaparan sebagai senjata adalah kejahatan perang, kata Fine.

Pernyataan Randy Fine jelas bertolak belakang dengan fakta. Bukankah yang menyetop bantuan dari luar neeri dan lembaga kemanusiaan untuk mengatasi kelaparan di Palestina adalah Israel? Bukankah yang menutup sumur dan aliran air untuk mengatasi kehausan wara Gaza adalah Israel? Bukankah orang yang mendorong genosida dan menolak perdamaiaan di Palestina adalah Benjamin Netanyahu, PM Israel?

Randy Fine jelas memutar balikkan fakta. Akibat pemblokiran bantuan makanan dan minuman tersebut, kini ratusan ribu warga Palestina tewas mengenaskan. Biang keroknya adalah Israel. Dan Amerika tidak bisa berbuat apa-apa. Dunia pun menuduh Amerika sengaja membiarkan warga Palestina mati. Itulah yang menjadikan dunia menuduh Israel dan Amerika tengah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Council on American–Islamic Relations (CAIR), kelompok advokasi Islam di Amerika mengecam pernyataan Randy Fine. Opini Randy Fine tersebut merupakan hasutan eksplisit untuk melakukan kekerasan, dan membahayakan Muslim Amerika dan Palestina.

Randy Fine pada dasarnya tengah menyerukan genosida nuklir terhadap lebih dari dua juta warga Palestina, yang setengahnya adalah anak-anak. Tampaknya, Randy Fine tak puas dengan genosida pemblokiran pangan dan air ke warga Palestina yang kelaparan di Gaza.

Menurut CAIR, statement Randy Fine tadi merupakan salah satu pernyataan paling berbahaya dan tidak manusiawi yang pernah dibuat oleh anggota Kongres yang sedang menjabat. Direktur Urusan Pemerintah CAIR Robert S. McCaw mengatakan, “Mari kita perjelas: Randy Fine bukan hanya seorang fanatik yang berbahaya. Dia adalah anggota Kongres yang sedang menjabat yang secara terbuka berfantasi tentang pemusnahan genosida nuklir terhadap warga Palestina.”

McCaw menekankan, “Kongres sekarang harus memutuskan apakah akan menegakkan tanggung jawab etisnya atau hanya berdiam diri sementara salah satu anggotanya secara terbuka menyerukan pembunuhan massal terhadap warga Palestina. Diam dalam menghadapi genosida adalah keterlibatan. Jadi harus ada konsekwensi politik terhadap pernyataan Randy Fine.

Pernyataan Randy Fine memicu kecaman luas dari berbagai pihak. Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengecam pernyataan tersebut sebagai “hasutan genosida” dan menyatakan bahwa seruan tersebut melanggar hukum humaniter internasional serta Konvensi Jenewa. Mereka menekankan bahwa penggunaan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari dua juta warga sipil di Gaza merupakan kejahatan perang yang luar biasa.

Harap tahu, pernyataan dan sikap politik Randy Fine sebetulnya sejalan dengan agenda dan gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump. Randy Fine secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak memiliki perbedaan pendapat dengan Trump dan sepenuhnya mendukung agenda “America First” yang diusung Presiden AS itu . Dukungan Randy Fine terhadap Trump semakin kuat setelah ia mengkritik Gubernur Florida Ron DeSantis karena dianggap tidak cukup tegas dalam menanggapi peningkatan antisemitisme di negara bagian tersebut.

Randy Fine menilai bahwa tindakan Trump, seperti memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan menandatangani Abraham Accords, menunjukkan komitmen nyata terhadap komunitas Yahudi dan Israel.

Lantas, apakah usulan Randy Fine yang mengerikan tersebut di atas akan mendapat respon positif di longres dan parlemen AS yang kini dikuasai Republik? Jika ya, sungguh mengerikan.

Kita yakin di Amerika masih tokoh publik, seniman, dan politisi yang waras. Di Festival Film Cannes 2025, Robert De Niro, aktor dan produser film Hollywood terkenal, yang menerima penghargaan kehormatan seumur hidup “Palme d’Or” menyatakan: “Donald Trump bukan sekadar ancaman bagi politik. Ia adalah musuh akal sehat dan integritas moral. Jika kita diam, kita akan menyaksikan seni, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan dibakar secara perlahan.”

De Niro menutup pidatonya dengan kata-kata yang menggetarkan panggung: “Jangan pernah diam terhadap kekuasaan yang ingin membungkam jiwa manusia.”

Donald Trump, Randy Fine, dan Benjamin Netanyahu saat ini tengah menjadi musuh akal sehat dan integritas moral. Sikap dan kebijakan mereka terhadap Palestina benar-benar di luar akal sehat dan kemanusiaan. (*)

Tags: GazaKoranmerapi.idPerang Dunia IISenator

Related Posts

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026
Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

11 Oktober 2026
G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

11 Oktober 2026
Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

11 Oktober 2026
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026
Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

11 Oktober 2026
G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

11 Oktober 2026
Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

11 Oktober 2026
Wujud Kepedulian Sesama: Aksi Sosial Donor Darah #18 Sukses Digelar di Ponpes MULDOMA Yogyakarta

Wujud Kepedulian Sesama: Aksi Sosial Donor Darah #18 Sukses Digelar di Ponpes MULDOMA Yogyakarta

11 Oktober 2026
Tiga Soal Utama Papua, Percepatan Pembangunan, Pemberantasan Korupsi, dan Penanganan Kekerasan KKB

Tiga Soal Utama Papua, Percepatan Pembangunan, Pemberantasan Korupsi, dan Penanganan Kekerasan KKB

10 Oktober 2026