KORAN MERAPI – Dalam semangat mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta kembali menggelar Lomba Olahraga Tradisional (Oltrad) Antar Kemantren 2025. Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi yang bertujuan menjaga kelestarian olahraga tradisional serta memberikan ruang kompetisi yang menggembirakan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (24–25/10/25) di Kompleks Balai Kota Yogyakarta ini dibuka secara resmi oleh Ketua KORMI Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Septi Sri Rejeki. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pelestarian olahraga tradisional sebagai sarana mempererat kebersamaan dan membangun semangat sportivitas masyarakat.
“Olahraga tradisional adalah warisan budaya yang penuh nilai kebersamaan dan kegembiraan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga tradisional sekaligus mencetak bibit-bibit olahragawan dari berbagai kalangan,” ujar Septi Sri Rejeki.
Tahun ini, KORMI Kota Yogyakarta mempertandingkan tiga cabang olahraga tradisional yang melibatkan peserta putra dan putri dari seluruh kemantren di Kota Yogyakarta, yaitu: Lomba Lari Karung, Lomba Egrangdan Lomba Berjalan di Atas Papan.
Pelaksanaan lomba dilakukan tanpa batasan umur dan tanpa aturan baku nasional, dengan penilaian berdasarkan keputusan juri dari pengurus KORMI Kota Yogyakarta. Tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan suasana gembira dan kebersamaan bagi seluruh peserta. Bagi peserta terbaik, panitia memberikan piala penghargaan dan uang pembinaan.
Wakil Ketua KORMI Kota Yogyakarta sekaligus juri utama kegiatan, Drs. Rm. Budi Santoso, menjelaskan aturan sederhana yang digunakan dalam perlombaan.
“Pemenang dinilai dari kecepatan mencapai garis finis. Peserta beserta alat yang digunakan, baik karung, egrang, maupun papan, harus benar-benar melewati garis finis. Jika peserta atau alat terjatuh kembali ke dalam garis finis, maka belum dianggap selesai,” terang Budi Santoso.
Meski cuaca sempat berubah dari terik menjadi hujan deras, semangat peserta, suporter, dan tim juri tidak surut sedikit pun. Lapangan yang licin bahkan menambah tantangan tersendiri bagi peserta lomba.
Karung basah membuat lomba lari karung semakin berat, egrang yang mudah amblas di rumput basah menuntut keseimbangan ekstra, dan papan licin menantang keterampilan peserta berjalan di atasnya. Namun, di tengah kondisi tersebut, antusiasme dan keceriaan tetap terasa sepanjang kegiatan.
Daftar Pemenang Lomba Oltrad Antar Kemantren 2025 untuk Lomba Lari Karung Putra: Juara 1: Karel, Kemantren Mergangsan, Juara 2: Rama, Kemantren Mergangsan dan Juara 3: Syarif Abdul – Kemantren Kotagede
Sedangkan Lomba Lari Karung Putri: Juara 1: Aneska, Kemantren Gondokusuman, Juara 2: Niken, Kemantren Jetis dan Juara 3: Dwi Astuti, Kemantren Kotagede
Kemudian untuk Lomba Egrang Putra: Juara 1: Sandi, Kemantren Kraton, Juara 2: One Love, Kemantren Jetis dan Juara 3: Rahmad, Kemantren Kotagede serta Lomba Egrang Putri: Juara 1: Avril, Kemantren Kraton, Juara 2: Tiara Citra, Kemantren Mantrijeron dan Juara 3: Adinda, Kemantren Kotagede
Selanjutnya Lomba Berjalan di Atas Papan Putra: Juara 1: Marcelius, Kemantren Mantrijeron, Juara 2: Satrio, Kemantren Danurejan dan Juara 3: Syarif, Kemantren Kotagede serta Lomba Berjalan di Atas Papan Putri: Juara 1: Ratih, Kemantren Danurejan, Juara 2: Myqaila, Kemantren Kraton dan Juara 3: Dwi Astuti, Kemantren Kotagede
Acara diakhiri dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para pemenang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh keceriaan, mencerminkan semangat kebersamaan antarwarga dari berbagai kemantren.
Melalui kegiatan ini, KORMI Kota Yogyakarta berharap olahraga tradisional dapat terus lestari dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang sehat, gembira, dan berbudaya. (Rls)



















