KORAN MERAPI — Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di jalur pendakian Gunung Sumbing via Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Senin (17/8/26).
Lebih dari 600 pendaki bahu-membahu membentangkan Sang Saka Merah Putih berukuran raksasa 40 x 20 meter di area Padang Sabana (Pos 4).
Isak tangis haru dan rasa bangga tak terbendung saat bendera raksasa perlahan membentang. Lebih dari separuh peserta, yang didominasi usia 20 hingga 40 tahun, tampak menitikkan air mata ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rasa lelah usai menempuh perjalanan terjal selama 5 hingga 6 jam seolah terbayar tuntas oleh getaran nasionalisme di ketinggian.
Upacara pengibaran bendera dipimpin langsung oleh perwakilan manajemen Basecamp Bimawari (Indo Asia), dimana Dwi Hastuti memandu ratusan pendaki menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh penghayatan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Rochmad menegaskan pentingnya menjaga jiwa nasionalisme di tengah tantangan global, baik dalam sektor ekonomi, politik, maupun budaya.
Sedangkan Sapto Haryono selaku CEO Indo Asia berharap momen ini menjadi cermin semangat kebangsaan yang diwakili oleh para pendaki.
Dukungan penuh juga datang dari pihak pemerintah desa setempat. Kepala Desa Wonosari, Agus Parmuji, mengapresiasi aksi para pendaki sekaligus mencanangkan kegiatan ini sebagai ikon gerakan kepedulian lingkungan.
”Jaga alam sangat diperlukan, apalagi kita melihat beberapa gunung mengalami kebakaran hutan. Kami tidak mau hal itu terjadi di jalur pendakian ini,” tegas Agus Parmuji di Basecamp Bimawari.
Aksi pembentangan bendera ini tak hanya menjadi simbol perayaan kemerdekaan, tetapi juga wujud nyata komitmen para pecinta alam dalam menjaga kelestarian hutan dan mempererat rasa persatuan di atas tanah air. (Rls)






