Kamis, 10 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Film Pendek ‘Cukup’, Karya Mahasiswa UNY Angkat Isu Patriarki

admin by admin
1 Maret 2026
in News
0
Poster film pendek 'Cukup' karya mahasiswa UNY. Dok

Poster film pendek 'Cukup' karya mahasiswa UNY. Dok

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Poster film pendek ‘Cukup’ karya mahasiswa UNY. Dok

KORAN MERAPI – Ruang merah memenuhi layar. Kamera menyorot Bina (Andini Anggraeni) yang menangis dalam tekanan batin.

Suara penolakan dari orang tuanya bergema, memenuhi ruang dan pikirannya.

Di tengah suasana yang menekan, penuh depresi dan kebingungan, film pendek Cukup membuka cerita tentang mimpi seorang perempuan yang perlahan dipatahkan oleh tradisi.

Film pendek berjudul Cukup merupakan karya mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dirilis secara daring melalui platform YouTube pada 14 September 2025.

Film berdurasi 4 menit 18 detik ini diproduksi sebagai salah satu syarat pemenuhan program Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM).

Dipimpin oleh Muhammad Haidar Attarbahi, tim produksi juga melibatkan Bunga Faizati Hudianna, Talent Unggul Wijaya, dan Faizah Lutfiana.

Melalui cerita yang singkat namun padat, Cukup membawa penonton masuk ke ruang domestik sebuah keluarga patriarki.

Di ruang itulah mimpi Bina dipersempit oleh pandangan lama bahwa perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi karena hidupnya kelak akan berhenti di dapur.

Tekanan tersebut datang dari orang-orang terdekatnya sendiri, kedua orang tuanya yang memintanya menarik diri dan “cukup” menerima peran yang telah diwariskan.

Ketua tim produksi Haidar Attarbahi menjelaskan bahwa film Cukup lahir dari kegelisahan melihat realitas pelajar perempuan yang masih kerap mendapat tekanan dari lingkungan terdekatnya sendiri.

Mimpi banyak perempuan, menurutnya, sering kali dibatasi atas nama tradisi dan kewajaran, terutama dalam lingkup keluarga.

Isu patriarki dan pendidikan perempuan pun dipilih karena masih relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus sejalan dengan semangat LIDM yang mendorong mahasiswa mengangkat persoalan pendidikan melalui medium digital.

Tokoh Bina tidak digambarkan sebagai sosok yang melakukan perlawanan besar atau konflik terbuka.

Sebaliknya, perjuangannya hadir secara sunyi melalui kelelahan, kebingungan, dan keteguhan menjaga mimpi agar tidak padam.

Bina menjadi representasi banyak pelajar perempuan yang harus memendam keinginan mereka di tengah tekanan keluarga dan lingkungan.

Dengan durasi yang singkat, tim produksi menghadapi tantangan untuk menyampaikan pesan secara efektif tanpa kehilangan makna.

Film ini lebih mengandalkan kekuatan visual, ekspresi, dan suasana, alih-alih dialog panjang, untuk menyampaikan pesan kepada penonton.

Melalui medium film pendek, Cukup menyuarakan isu yang masih relevan di tengah masyarakat: stigma terhadap pendidikan perempuan.

Nasib pelajar perempuan di Indonesia dalam banyak kasus bahkan masih lebih berat dari yang dialami Bina.

Faktor tradisi, pandangan masyarakat yang kaku, kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, hingga persoalan ekonomi masih menjadi penghalang bagi banyak perempuan untuk mengakses pendidikan tinggi.

Sebagai karya mahasiswa, Cukup tidak hanya hadir sebagai produk kreatif, tetapi juga sebagai refleksi sosial.

Film ini menunjukkan bagaimana medium digital dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan pendidikan dan kesetaraan gender secara dekat dan mudah diakses publik.

Di tengah arus konten digital yang cepat dan sering kali dangkal, Cukup menawarkan jeda mengajak penonton berhenti sejenak dan bertanya: apakah mimpi perempuan memang harus “cukup” sampai di sana? (Hari Setyo Nur Pamungkas)

Tags: Cukupfilm pendekUNY

Related Posts

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September
News

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

9 September 2026
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’
News

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore
News

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana
News

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026
Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul
News

Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

7 September 2026
Siapkan Program Nyata, Pengurus Karang Taruna Kota Jogja Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan
News

Siapkan Program Nyata, Pengurus Karang Taruna Kota Jogja Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

6 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

9 September 2026
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026
DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

9 September 2026
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026
Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

Dari Ekstrakurikuler ke Emas Kejurda, Kisah Keisya, Atlet Catur Cilik dari Gunungkidul

7 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026