KORAN MERAPI – Kawasan Pos Polantas Teteg Malioboro yang biasanya sibuk dengan deru mesin dan peluit lalu lintas, Jumat (8/5/2026) pagi, terasa lebih emosional. Di bawah langit pagi Yogyakarta, jajaran Satlantas Polresta Kota Yogyakarta berkumpul bukan sekadar untuk apel rutin, melainkan untuk melepas salah satu putra terbaiknya, AKP Jayeng Hadiharjasa, yang resmi memasuki masa purna tugas.
Sosok yang akrab disapa Pak Jayeng ini mengakhiri masa dinasnya dengan posisi “top level” sebagai Wakasatlantas Polresta Kota Yogyakarta. Pengabdian panjang selama lebih dari 30 tahun, yang sebagian besar dihabiskan di aspal jalanan Kota Pelajar, menjadi catatan emas bagi institusi Polri.

Kasatlantas Polresta Kota Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, S.T.rk S.I.k, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru. Menurutnya, Pak Jayeng adalah potret ideal seorang anggota Polri yang mampu menyelesaikan tugas hingga garis finish dengan selamat dan tanpa masalah.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan Pak Jayeng memasuki masa purna tugas dalam kondisi sehat dan segar bugar. Beliau lulus di posisi top level sebagai Wakasatlantas dengan dedikasi yang luar biasa. Ini adalah motivasi bagi kita semua, bagaimana bertugas dengan tulus hingga waktunya selesai tanpa ada kendala suatu apapun,” ujar AKP Alvian.
Mewakili seluruh anggota Satlantas Kota Yogyakarta, AKP Alvian juga menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih sedalam-dalamnya atas kinerja serta bimbingan yang diberikan Pak Jayeng selama ini.

Pak Jayeng, perwira kelahiran Kulon Progo, 14 April 1968 ini, memang dikenal sebagai ikon polantas yang humanis. Kariernya panjang, mulai dari menjabat Kanit Turjawali hingga kursi Wakasatlantas. Ia bukan sekadar pengatur jalan, tapi juga guru bagi anggota PKS (Patroli Keamanan Sekolah) dan sosok yang rajin memberikan weling (pesan) keselamatan bagi pengendara.
Saat di Apel Pagi diberi kesempatan berbicara, Pak Jayeng tampak terharu. Baginya, melayani di lingkup Polresta Kota Yogyakarta selama hampir 30 tahun adalah sebuah perjalanan hidup yang penuh warna.
“Saya merasa mongkok (bangga) dan terharu atas perhatian Bapak Kasatlantas dan rekan-rekan. Lebih dari 30 tahun saya di jajaran Polresta, tentu banyak khilaf dan salah. Di kesempatan yang bahagia ini, saya memohon maaf setulus-tulusnya kepada seluruh rekan-rekan,” ucap Pak Jayeng dengan suara bergetar.

Suasana haru berubah menjadi penuh kehangatan saat memasuki sesi pelepasan. Setelah menerima cinderamata berupa foto diri Pak Jayeng dan bingkisan dari Kasatlantas.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, AKP Alvian Hidayat turun langsung menjadi “driver” dengan mengayuh becak listrik yang membawa Pak Jayeng. Di belakangnya, konvoi motor anggota Satlantas mengawal menyusuri rute ikonik di Jalan Malioboro, Jalan Margo Mulya, hingga Jalan Pangurakan Yogyakarta.

Perjalanan tersebut berakhir di Pendopo Lawas, Alun-alun Utara Yogyakarta, tempat acara ramah tamah digelar. Prosesi ini seolah melambangkan bahwa meski pangkat telah ditanggalkan, kedekatan antaranggota dan kecintaan pada Yogyakarta akan tetap abadi.
Selamat memasuki masa purna tugas, Pak Jayeng. Terima kasih atas dedikasinya untuk kelancaran dan keselamatan di jalanan Kota Jogja. (Ags)








