KORAN MERAPI – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan program kemitraan
masyarakat bertajuk “Manfaat Kunir Putih dan Daun Kelor Untuk Jaga Kesehatan Masyarakat” di Pedukuhan Semampir, Kelurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Bantul, pada Minggu-Senin (3-4/5/2026). Pengabdian ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara UMBY dan Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta untuk memberdayakan warga pedukuhan Semampir melalui anggota KWT Rejeki Lancar.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P., dan dalam sambutannya menekankan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata hilirisasi riset kampus ke tengah masyarakat. “Kami hadir tidak hanya membawa teori, tetapi juga solusi.
Potensi empon-empon, khususnya kunir putih dan daun kelor di Semampir sangat besar, namun nilai ekonominya masih rendah jika hanya dijual mentah. Kami ingin mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi, kami mengucapkan terimakasih pada UMBY yang telah memberi dana, senhingga pengabdian ini dapat terlaksana dengan lancar,”
ujar Prof. Dwiyati.
Sebagai langkah awal, tim pengabdi menyerahkan sarana produksi berupa bibit unggul kunir putih siap tanam, peralatan produksi bubuk instan yang lengkap, serta buku panduan budidaya.
Peserta terdiri dari warga berusia 39 hingga 72 tahun dengan latar belakang pendidikan beragam, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan program.
Pada hari pertama, peserta melakukan praktik langsung pembuatan minuman instan kunir putih yang dipadu dengan kunyit kuning menggunakan teknik kristalisasi suhu rendah. Sesi ini didampingi oleh Devi Fitri Astuti, S.TP., M.P. dari dosen UDB Surakarta. Selain teknis produksi, warga juga dibekali strategi pemasaran digital oleh Nur Rohman, S.Pi., M.Sc. untuk mempersiapkan mereka memasarkan produk secara online.
Fokus hari kedua beralih pada pendalaman manfaat kesehatan, Prof. Dwiyati memaparkan secara detail khasiat kunir putih dalam meningkatkan imunitas, mencegah peradangan, hingga membantu penanganan penyakit degeneratif seperti kanker, kista, dan asma.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Siti Tamaroh CM, M.P. memaparkan keunggulan gizi daun kelor sebagai superfood lokal.
Ditempat yang sama, Ketua KWT Rejeki Lancar, Caecilia Ngatilah mengatakan, kami merasa sangat beruntung mendapatkan pendampingan yang begitu lengkap.
“Dari awal kami sudah diberi bibit dan alat, lalu diajarkan cara mengolahnya. Sekarang kami punya bekal untuk membuat usaha bersama demi ekonomi kelompok,” ungkap Caecilia Ngatilah.
Melalui sinergi antar-perguruan tinggi ini, diharapkan Pedukuhan Semampir dapat menjadi pelopor desa mandiri kesehatan dan ekonomi berbasis pangan fungsional di Kabupaten Bantul, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan kekayaan alam lokal. Informasi lebih lanjut berkaitan dengan kunir putih bisa menghubungi di nomor HP: 081328776036. (Ags)








