KORAN MERAPI – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Islam Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta resmi membuka pameran tugas akhir siswa kelas 9 bertajuk “Metamorfosa #5” pada Jumat (22/5/2026) pagi. Mengusung tema besar “The Miracle of Solidarity”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (23/5/2026) di kompleks PKBM Al Islam Giwangan Umbulharjo Kota Yogyakarta.
Agenda tahunan tersebut hadir sebagai ruang apresiasi sekaligus penguatan keterampilan siswa melalui berbagai rangkaian kegiatan kreatif. Sejumlah acara turut memeriahkan pameran, mulai dari pameran seni batik, prakarya, seni rupa, pentas seni, tenant kreatif, lomba mewarnai, hingga workshop kreatif yang terbuka untuk masyarakat umum.

Hadir membuka acara, Penilik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Drs. Rohmad, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada para siswa kelas 9 yang telah menyelesaikan proses pembelajaran mereka.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu menumbuhkan sikap dan ketrampilan peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Tantangan dunia kerja ke depan tidak sekuat dulu, persaingannya luar 1biasa, masa depan membutuhkan bekal pengetahuan sekaligus keterampilan yang luar biasa. Jika anak-anak sudah punya keterampilan menggambar atau membatik, ini akan menjadi salah satu modal usaha yang ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh dari Disdikpora Kota Yogyakarta agar kegiatan “Metamorfosa” dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Kepala PKBM Al Islam Giwangan, Fajar Nur Rohmad, M.Pd menjelaskan bahwa “Metamorfosa” merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang sebagai bentuk ujian akhir sekaligus media pengembangan keterampilan siswa kelas 9.
“Tahun ini memasuki tahun kelima. Kami menyadari bahwa setiap anak memiliki keterbatasan di bidang kognitif, oleh karena itu kegiatan ini kami rancang untuk mengapresiasi dan melatih keterampilan motorik serta modal kecakapan hidup atau life skill mereka ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berbagai karya otentik siswa ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari karya batik, prakarya hingga seni lukis. Selain itu, tenant kreatif dari unit pendidikan MI hingga TK di bawah naungan PKBM Al Islam turut ambil bagian memeriahkan acara.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian kelulusan siswa setelah sebelumnya menjalani ujian akademik, ujian Al-Qur’an, serta pengajian bersama.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan dedikasi siswa, panitia memberikan penghargaan khusus bagi karya terbaik tahun ini. Untuk kategori Prakarya diraih oleh Varian Hafidz Fikri Wardaya, kategori Batik diraih Nur Aisyah Az-Zahra, dan kategori Lukis diraih Idzam Taqi Fifma’ruffi.

Kesuksesan dan kemeriahan “Metamorfosa #5” juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang bergotong royong menyukseskan acara, sejalan dengan semangat solidaritas yang diangkat tahun ini. Dukungan datang dari CV. Totalindo Media, Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto, Panti Asuhan Yatim Putra Islam, PKBM Al Islam Giwangan, Panti Putri Khoirunnisa, Kampung Baca Giwangan, KG Tenda, serta Amgala Foundation.
Masyarakat umum, wali murid, serta pegiat pendidikan di Yogyakarta diundang hadir untuk menyaksikan karya para siswa sekaligus mengikuti workshop kreatif yang tersedia selama pelaksanaan acara berlangsung. (Ags)








