KORAN MERAPI – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni mendatang, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta menggelar aksi nyata bertajuk Enviro Care Code 2026. Kegiatan yang mengusung misi konservasi ini berpusat di Bendung Surokarsan, Mergangsan, Yogyakarta, pada Minggu (1/6/2026).
Rangkaian acara ini meliputi aksi Reresik (bersih-bersih) Kali Code, sarasehan lingkungan, hingga pemasangan papan larangan membuang sampah di area sungai.

Ketua HMTL UPN Veteran Yogyakarta, Daffa Rayhan Al Faris, didampingi Ketua Panitia Umar Syaiful Hadi, menjelaskan bahwa agenda ini lahir dari keresahan mahasiswa terhadap kompleksitas permasalahan lingkungan dan sosial saat ini.
“Enviro Care 2026 bertujuan menjadi wadah partisipasi aktif mahasiswa UPN terhadap konservasi air. Saat ini, Kali Code masih terbebani oleh sampah dan limbah. Kami ingin berkontribusi langsung untuk mengatasinya,” ujar Daffa.
Aksi bersih-bersih ini diikuti oleh 75 mahasiswa Teknik Lingkungan UPN yang berkolaborasi bahu-membahu dengan Satuan Tugas (Satgas) Sungai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Guna memicu semangat, panitia mengemas aksi reresik ini dalam bentuk kompetisi antarkelompok mahasiswa. Kelompok yang berhasil mengumpulkan volume sampah terbanyak berhak mendapatkan hadiah pembinaan.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya: Ferry Tri Jatmiko, S.Si., M.M. (Kepala Bidang Pencemaran DLH Kota Yogyakarta), Dr. Ir. Andi Renata Ade Yudono, S.T., M.T., M.Sc (Perwakilan Akademisi UPN) dan M. Shodiq (Ketua LPMK Prawirodirjan)
Kondisi Kali Code memicu keprihatinan dari kalangan mahasiswa, salah satunya Reski Mugni, mahasiswa Environmental Disaster Management UPN. Sebagai mahasiswa rantau, ia mengaku sedih melihat kondisi sungai yang masih tercemar.
“Kami sangat berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah dan limbah ke Kali Code. Menjaga kebersihan sungai ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Reski.
Apresiasi tinggi juga datang dari Harris Syarif Usman, salah satu sesepuh Kali Code. Ia menilai langkah HMTL UPN merupakan wujud komitmen nyata yang patut dicontoh oleh generasi muda lainnya.
Menurut Harris, momentum ini sangat pas dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future.”

“Mari kita perbaiki hubungan antara manusia dengan iklim. Kita tidak bisa lagi sekadar berwacana, perlu aksi nyata bersama seperti yang dilakukan mahasiswa UPN hari ini agar Kali Code ke depan semakin bersih, sehat, dan hijau,” tegas Harris menutup sarasehan.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas lokal, gerakan Enviro Care Code 2026 diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif warga Yogyakarta untuk mewujudkan kawasan sungai yang bebas dari sampah. (Ags)








