KORAN MERAPI – Kawasan Bendung Surokarsan, Kota Yogyakarta, mendadak riuh dan penuh semangat pada Jumat (24/7/2026). Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.O.G.(K.), hadir dan terjun langsung mengikuti rangkaian kegiatan Talk Show serta Aksi Reresik Sungai Code bertajuk “Jogo Tirto”.
Agenda pelestarian lingkungan ini diinisiasi oleh mahasiswa Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam River and Ecology Club (REC). Menurut Ketua Panitia, Anakaya, yang didampingi oleh Devan, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Sungai Nasional (27 Juli) sekaligus sebagai ajang Pra-Kongres Gerakan Restorasi Sungai Indonesia.
Aksi lingkungan ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan dan akademisi, di antaranya; Dekan Sekolah Vokasi UGM: Prof. Agus Maryono beserta akademisi UGM, Dr. Sulaiman dan Dr. Adi Kurniawan, Instansi Terkait & Pemerintah: Dr. Vicki Aryanti (Kabid OP BBWS SO), Rajwan Taufik (Kadis DLH Kota Yogyakarta), Okto Noor Arafat (Kasatpol PP Kota Yogyakarta), serta Forkopimcam/MPP Mergangsan dan Gondomanan (Danramil, Kapolsek, dan Kapuskesmas) dan Wilayah & Komunitas: Lurah Keparakan, Wirogunan, Prawirodirjan, Pinituwa Tuwanggana, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa lintas kampus dari UGM, UST, hingga UPN Veteran Yogyakarta.

Tanpa canggung, Wali Kota Hasto Wardoyo bersama para mahasiswa menyusuri dan menyiangi rumput serta memunguti sampah yang menumpuk di bantaran Bendung Surokarsan.
Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menyampaikan komitmen besar Pemerintah Kota Yogyakarta dalam merestorasi dan mengoptimalkan potensi Kali Code. Pemkot Yogyakarta berencana segera meluncurkan wahana Arung Jeram Pemula dengan rute menyusuri aliran sungai dari belakang Hotel Tentrem (Jetis) hingga Jembatan Kewek (Kotabaru).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota berjanji akan menghibahkan 3 unit perahu karet untuk operasional wisata arung jeram tersebut.
“Kehadiran perahu arung jeram ini memiliki fungsi ganda. Selain untuk wahana wisata pemula, perahu ini nantinya menjadi sarana patroli rutin untuk memonitor kondisi Kali Code, mulai dari memantau tumpukan sampah hingga menertibkan bangunan atau kandang liar di sepanjang bantaran,” ujar Hasto.
Tak berhenti di situ, Pemkot Yogyakarta juga siap menghidupkan konsep “Code Night Safari”, sebuah paket jelajah malam di sepanjang Kali Code. Program ini digadang-gadang akan menjadikan kawasan Kali Code sebagai destinasi eduwisata unggulan baru yang mampu menyokong daya tarik Malioboro.

Pada momentum yang sama, dilakukan penyerahan secara simbolis Papan Edukasi Sempadan Sungai dari Kabid OP BBWS SO, Dr. Vicki Aryanti, kepada tokoh masyarakat dan sesepuh Kali Code, Harris Syarif Usman, S.H., M.Kn.
Penyerahan papan edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada masyarakat sekitar terkait batas sempadan sungai, di mana area tersebut dilarang keras didirikan bangunan guna menjaga fungsi ekologis dan keselamatan lingkungan sungai.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, BBWS, dan warga akar rumput ini, semangat “Jogo Tirto” diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pemantik restorasi Kali Code menuju sungai yang bersih, aman, dan berdaya guna secara ekonomi-edukatif. (Rls)




















