KORAN MERAPI – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kadipaten, Kemantren Kraton, gerak cepat memperkuat fondasi kelembagaannya demi mendorong kesejahteraan warga. Meski terhitung sebagai koperasi baru, KKMP Kadipaten sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pertama yang berlangsung di Aula Kelurahan Kadipaten, pada Rabu (3/6/26)
Sebagai informasi, KKMP Kadipaten resmi berdiri pada 27 Mei 2025 lalu. Legalitasnya diperkuat melalui Notaris Bimo Seno Sanjaya, SH dengan Salinan Akta Nomor 05 tanggal 5 Juni 2025, serta telah mengantongi pengesahan Badan Hukum No. AHU-0040026.AH.01.29 dari Kementerian Hukum dan HAM tertanggal 13 Juni 2025.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua KKMP Kadipaten, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, mengungkapkan bahwa fokus awal kepengurusan adalah penataan administrasi dan legalitas organisasi. Saat ini, KKMP Kadipaten didukung oleh 24 anggota aktif yang sekaligus bertindak sebagai pendiri koperasi.
“Karena posisinya baru berdiri dan dalam tahap penataan, pada RAT Pertama ini kami memang belum mencatatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) karena operasionalisasi bisnis belum berjalan sepenuhnya. Namun, melalui momentum RAT ini, kami menyatukan visi bahwa KKMP Kadipaten kini sudah siap 100 persen untuk memulai operasional usahanya,” ujar Haryawan Emir.
Berdasarkan hasil keputusan RAT Pertama, KKMP Kadipaten menetapkan dua pilar bisnis utama yang akan segera dijalankan, yakni Unit Simpan Pinjam dan Usaha Jasa Pariwisata.

Langkah pembentukan Unit Simpan Pinjam ini linear dengan arahan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta. Dinas terkait sebelumnya telah memfasilitasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi kepada 45 Ketua KKMP se-Kota Yogyakarta, termasuk Ketua KKMP Kadipaten, yang digelar pada 4-8 Mei lalu di Hotel Tara.
Dalam uji kompetensi tersebut, seluruh perwakilan dinyatakan lulus uji kompetensi Koperasi Simpan Pinjam dan tinggal menunggu penerbitan Sertifikat Kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Berbekal sertifikasi ini, tata kelola keuangan simpan pinjam di KKMP Kadipaten dipastikan akan berjalan profesional dan akuntabel.
Selain sektor keuangan, lini bisnis yang dinilai memiliki prospek pasar sangat cerah dan disepakati dalam RAT adalah Usaha Jasa Pariwisata. Pilihan ini diambil bukan tanpa alasan. Secara geografis, Kelurahan Kadipaten berada di episentrum wisata premium Kota Yogyakarta, seperti kawasan wisata Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pasar Ngasem, Water Castle Tamansari, dan area historis Njeron Beteng.
Rencana unit usaha jasa kepariwisataan yang akan segera digarap meliputi: Penjualan paket perjalanan dan kunjungan pariwisata. Pengelolaan dan penyewaan homestay. Dan Penyewaan moda transportasi (mobil, motor, hingga kereta) khusus untuk Njeron Beteng Heritage Tour. Serta Penyediaan jasa foto kekinian (street photography).
Langkah strategis koperasi ini juga disinergikan secara kuat dengan inovasi unggulan dari Tuwanggana Kadipaten bersama masyarakat setempat dalam rangka pengembangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, yaitu program WIS KAWENTAR KADIPATEN (Wisata Kadipaten, Wahana Seni Ekonomi Kreatif, Budaya dan Tradisi).
Hadirnya KKMP Kadipaten diharapkan mampu mengeksplorasi, mengemas, dan menjual seluruh potensi lokal yang ada di Kadipaten menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan Njeron Beteng. Momentum ini dirasa sangat pas, mengingat kawasan ini merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Melalui sinergi Wis Kawentar ini, KKMP Kadipaten optimis mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kelestarian budaya lokal. (Rls)








