KORAN MERAPI – Rangkaian memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan beberapa komunitas yang ada di DIY, agendanya menggelar aksi Bakti Sosial dan Talkshow Edukatif. Acara yang berlangsung meriah di halaman Kantor BNN Kota Yogyakarta pada Sabtu (27/6/2026) ini melibatkan berbagai komponen masyarakat, termasuk Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Yogyakarta sebagai motor penggerak edukasi pelaku usaha.
Acara baksos dan talkshow yang diperuntukkan bagi masyarakat umum ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, SE, MM, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP HIPPI Korwil Indonesia Tengah.
Dalam sambutannya, Wawan memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang tercipta. “Pendekatan holistik yang memadukan aspek kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi adalah kunci utama dalam membentengi masyarakat dari jeratan narkoba,” tegas Wawan.
Sebagai narasumber utama, Ketua HIPPI Kota Yogyakarta, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, membedah materi krusial mengenai transformasi bisnis. Di hadapan ratusan pelaku UMKM se-Kota Yogyakarta, Emir memaparkan perubahan tren bisnis yang bergerak dinamis dari era Industri 1.0 hingga kini memasuki era Industri 5.0.

Emir menekankan pentingnya adaptasi agar UMKM tidak tergilas zaman. Ia berharap para pelaku usaha lokal selalu memperbarui diri dari sisi teknologi produksi hingga teknik pemasaran digital.
“Dengan mengikuti tren perubahan, UMKM akan selalu memiliki peluang besar untuk maju, naik kelas, dan berkembang pesat,” ujar Emir.
Tak kalah menarik, Roni Sugiarto, SE, MM, selaku Penasehat HIPPI Kota Yogyakarta yang juga praktisi percetakan (Centra Grafindo) serta Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI DIY), turut membagikan ilmu daging mengenai pentingnya branding. Roni mengupas tuntas strategi pembuatan kemasan yang menarik dan menjual bagi produk UMKM.
Sesi ini memicu antusiasme luar biasa dari para peserta, terutama ibu-ibu pelaku UMKM. Mereka bahkan langsung memanfaatkan momentum ini untuk meminta konsultasi desain gratis serta pendampingan intensif dalam pembuatan kemasan produk mereka agar tampil lebih kompetitif di pasaran.
Melengkapi ekosistem pemberdayaan, pengurus HIPPI DIY sekaligus Tim HALAL UIN Sunan Kalijaga, Nur Herwiyanti dan Siti Hawa, hadir memberikan edukasi regulasi terkait tata cara pengurusan label Halal bagi UMKM sektor makanan dan minuman.
Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat regulasi Wajib Halal akan resmi diberlakukan mulai Oktober 2026. Mereka menegaskan bahwa prosedur pengurusan label Halal saat ini sangat mudah dan akan dibantu sepenuhnya secara gratis melalui program fasilitasi yang ada.
Melalui kolaborasi di momen HANI 2026 ini, HIPPI Kota Yogyakarta bersama BNN membuktikan bahwa memerangi narkoba tidak hanya dilakukan lewat penegakan hukum, melainkan juga dengan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (Rls)



















