KORAN MERAPI – Mengusung tema “Qurbanmu Inovasi Untuk Ketahanan Pangan”, Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melanjutkan program strategis pengelolaan daging kurban yang inovatif. Memasuki tahun kedua, Lazismu DIY menjalin kerja sama dengan Pabrik Pengalengan Gudeg Bu Lies Yogyakarta untuk mengolah daging kurban menjadi makanan siap saji dalam kemasan kaleng.
Program yang diberi nama Sedekah Daging ini memproduksi ribuan kaleng makanan bergizi dengan tiga varian menu, yaitu Tongseng Kambing, Semur Daging Sapi, dan Gudeg Daging Sapi. Seluruh hasil produksi ini diperuntukkan bagi kalangan sendiri guna disalurkan ke daerah terdampak bencana alam serta kemaslahatan umat.
Manager Fundraising dan Kerjasama Lazismu DIY, Ikap B. Kholib, menjelaskan bahwa program Sedekah Daging ini dilatarbelakangi oleh timpangnya distribusi daging kurban di wilayah DIY. Saat momen Idul Adha, penumpukan hewan kurban kerap terjadi di area perkotaan, sementara masyarakat di pinggiran kabupaten masih sangat minim menerima daging.
“Kami berinisiatif menghimpun sedekah daging dari masjid-masjid di Kota Jogja untuk dikalengkan, lalu didistribusikan ke pelosok Jogja yang belum terjangkau distribusi daging kurban segar,” ujar Ikap saat diwawancarai, Selasa siang (30/6/26)
Langkah pengalengan ini dipilih sebagai solusi logistik yang efektif. Jika didistribusikan dalam bentuk daging segar ke wilayah yang jauh, kualitas daging dipastikan akan menurun.

“Melalui proses pengalengan, hidangan menjadi lebih tahan lama, higienis, dan sangat mudah untuk didistribusikan kapan saja. Program ini menyasar masyarakat pelosok agar mereka bisa menikmati daging sepanjang tahun, sekaligus menyokong ketahanan pangan di panti-panti asuhan,” imbuh Ikap.
Terkait alasan memilih Pengalengan Gudeg Bu Lies, Lazismu DIY menilai produsen kuliner legendaris asal Wijilan ini telah teruji kualitasnya. “Produk gudeg kaleng Bu Lies sudah teruji secara ketahanan dan dikelola secara sangat profesional,” tegasnya.
Proses produksi dan pengemasan ini dilakukan langsung di Pabrik Pengalengan Gudeg Bu Lies di Jl. Sorosutan No. 14, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Pemilik Pengalengan Gudeg Bu Lies sekaligus Putra Pertama dari pasangan Elis Diah P. yang biasa disapa Bu Lies dan Moh. Nazdir (alm), Candra Setiawan Kusuma, menyatakan bahwa kolaborasi di tahun kedua ini berjalan dengan lancar. Pada periode ini, pihaknya memproduksi ribuan kaleng siap saji dengan rincian: tongseng kambing sebanyak 200 kaleng dengan kemasan 175 gram, semur dan gudeg daging sapi sebanyak 1.500 kaleng tersedia dalam kemasan 300 gram.
“Masa kedaluwarsa atau daya tahan dari pengalengan daging ini mencapai 18 bulan atau 1,5 tahun. Prosesnya higienis dan mempertahankan cita rasa asli, sehingga sangat layak dan praktis untuk bantuan sosial maupun kebencanaan,” kata Candra Setiawan Kusuma saat berbincang dengan koranmerapi.id di Sentra Gudeg Wijilan, Gudeg Bu Lies 2-Jl. Wijilan No. 5 Yogyakarta, Selasa siang (30/6/2026).
Melalui kesuksesan program di tahun kedua ini, Lazismu DIY berharap gerakan ini bisa bergulir lebih masif ke depannya.
“Harapan kami, setiap masjid di Kota Jogja dapat ikut berpartisipasi dalam program ini. Tidak hanya masjid, masyarakat yang memiliki kelebihan daging juga dapat mendonasikannya melalui Lazismu. Dengan begitu, saudara-saudara kita yang belum beruntung dapat menikmati daging sepanjang tahun demi mewujudkan ketahanan pangan yang merata,” pungkas Ikap. (Ags)




















