KORAN MERAPI – Semangat gotong royong memadati Halaman Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Jl. Batikan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada Jumat (24/7/2026) pagi. Sebanyak 716 mahasiswa mengikuti upacara Pelaksanaan Bakti Kampus sekaligus Penerjunan Mahasiswa KKN Antar Semester Periode I Tahun Akademik 2026/2027.
Rektor UST Yogyakarta, Prof. Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ratusan mahasiswa tersebut terbagi dalam 60 padepokan dan didampingi 31 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tersebar di wilayah DIY, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Rektor menyambut baik tradisi Bakti Kampus sebelum penerjunan sebagai bentuk pengabdian awal di Kota Jogja.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN agar menjaga diri dengan baik, menjaga kesehatan, cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat, dan jangan membuat program yang berlebihan, cukup 1 atau 2 program utama yang berdampak dan diterima baik oleh warga. Yang terpenting, jaga selalu nama baik almamater UST,” tegas Prof. Pardimin.
Hadir memberikan arahan, Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.O.G.(K.), menekankan peran vital generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa 20 tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong kesuksesan program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) di wilayah Kota Yogyakarta.
Menurut Hasto, KKN adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sosial yang tidak didapatkan di dalam ruang kuliah formal.

“KKN adalah bagian dari menimba ilmu keterampilan soft skill dan belajar bersosialisasi langsung di tengah masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih karena sebagian mahasiswa KKN berbakti di Kota Jogja. Ini adalah bentuk gotong royong nyata untuk kemajuan Jogja,” ujar Hasto Wardoyo.
Prosesi penerjunan ditandai secara simbolis dengan pemakaian rompi KKN serta penyerahan alat-alat kerja bakti oleh Wali Kota dan Rektor kepada perwakilan mahasiswa. Usai upacara, rombongan langsung bergerak melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Kali Code, sekitar Dam Surokarsan, Prawirodirjan, Gondomanan. Wali Kota Yogyakarta bahkan turun langsung menyusuri dan membersihkan rumput di bantaran sungai bersama para mahasiswa.
Andang Panji Nugroho, mahasiswa Fakultas Ekonomi UST sekaligus Ketua Padepokan 5 KKN UST 2026, mengungkapkan rasa antusiasnya bisa berkontribusi langsung menjaga kebersihan aliran Kali Code.
“Lewat aksi bersih sungai ini, kami berharap bisa memotivasi dan memberdayakan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan alam dan lingkungan sekitar. Semoga warga yang melihat tergerak untuk bersama-sama merawat Kali Code,” ungkap Andang di lokasi kegiatan.
Aksi nyata mahasiswa UST ini mendapat apresiasi hangat dari warga lokal. Harris Syarif Usman, sesepuh sekaligus tokoh masyarakat Kali Code, memberikan masukan strategis agar UST, yang kampus utamanya berdekatan dengan kawasan bantaran sungai dapat menjadi “bapak asuh” bagi komunitas pemetri Kali Code.

“Kami berharap UST bisa mendampingi secara berkelanjutan untuk merawat Kali Code, termasuk memfasilitasi alokasi program Corporate Social Responsibility (CSR) atau pengabdian masyarakat guna penguatan kelembagaan komunitas dan gerakan cinta Code,” pungkas Harris.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan warga akar rumput, agenda Bakti Kampus dan KKN UST ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai ajaran Tamansiswa dan semangat gotong royong tetap hidup dan berdampak bagi kelestarian lingkungan Kota Yogyakarta. (Ags)



















