KORAN MERAPI — Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PWI DIY) menggelar pertemuan silaturahmi dengan Tim Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta di GalaRasa Hidangan Nusantara, Rabu (9/9/26) di Jl. DI Panjaitan 39 Yogyakarta.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara lembaga pers dan BUMN perkeretaapian, dan mengiformasikan gelaran kompetisi jurnalistik dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI yang jatuh pada 28 September 2026.
Hadir dari pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Manager Humas KAI Daop 6 Feni Novida Saragih, Assistant Manager Humas KAI Daop 6 Faying Sugiarto, serta Staf Humas KAI Daop 6 Indri Widiyawati. Sementara itu, rombongan PWI DIY dipimpin langsung oleh Ketua PWI DIY Hudono, didampingi Sekretaris Primaswolo Sudjono, Bendahara Swasto Dayanto, Sekretaris Dewan Penasehat PWI DIY Ribut Raharjo, Ketua SIWO DIY, Widyo Suprayogi serta Agus Susanto dan Yulia Puspitasari.
Dalam pertemuan tersebut, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan bahwa pihak KAI menyelenggarakan Lomba Karya Jurnalistik sebagai wujud apresiasi terhadap insan pers yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai layanan kereta api. Lomba ini diselenggarakan khusus bagi para jurnalis yang bertugas di wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta, yang mencakup area Yogyakarta, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Magelang, hingga Purworejo, serta terbuka untuk berbagai media massa cetak, online, maupun televisi.

Kompetisi bertajuk “KAI Daop 6 Semakin Melayani” ini menyediakan total hadiah sebesar Rp24 juta dan dapat diikuti tanpa dipungut biaya (gratis). Periode pendaftaran dan pengiriman karya berlangsung mulai 8 hingga 24 September 2026.
Kompetisi ini terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu Kategori Karya Tulis Jurnalistik, Meliputi penulisan Feature dan Hard News untuk media cetak dan media online dan Kategori Karya Video Jurnalistik, ini khusus untuk tayangan video televisi.
Feni menjelaskan, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sarana untuk mendorong pemberitaan yang bernilai edukatif dan faktual. Tema yang diusung berfokus pada kualitas pelayanan publik, keterbukaan informasi publik, serta pemahaman Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan KAI saat menghadapi situasi darurat, seperti penanganan peristiwa kereta anjlok hingga mitigasi bencana alam.
“Kami berharap karya-karya wartawan dapat mengedukasi masyarakat secara luas mengenai keselamatan bertransportasi, sekaligus mampu menangkal serta mengkonter berbagai berita bohong (hoax) yang sering beredar di media sosial ketika terjadi insiden. KAI hadir untuk semakin melayani masyarakat dengan mengedepankan aspek keselamatan dan transparansi,” ujar Feni.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama KAI Daop 6 dan PWI DIY terus berkembang di luar agenda rutin. Selain penyelenggaraan lomba, sinergi ini mencakup dukungan operasional, seperti penyediaan fasilitas voucer perjalanan kereta api untuk penugasan pengurus maupun tamu-tamu organisasi, termasuk saat mendatangkan Ketua PWI Pusat dan jajaran pimpinan lainnya.
Ketua PWI DIY, Hudono, menyambut positif kolaborasi dan ajang lomba karya tulis yang diinisiasi oleh KAI Daop 6 Yogyakarta. Ia mengungkapkan bahwa rekam jejak kemitraan antara PWI dan KAI telah terjalin erat sejak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 lalu dan diharapkan terus berlanjut pada berbagai agenda mendatang.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari KAI Daop 6. Kemitraan awal yang terbangun baik sejak HPN 2026 lalu menjadi pondasi kuat untuk melangkah bersama dalam program-program berikutnya. PWI DIY selalu terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai event yang membawa kemanfaatan bersama,” tutur Hudono.
Dalam kesempatan tersebut, Hudono juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan di era keterbukaan informasi. Salah satu fokus utama PWI adalah penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang terus berkoordinasi secara intensif dengan PWI Pusat dan Dewan Pers.

“Wartawan zaman sekarang wajib kompeten. Melalui UKW, kita memastikan para jurnalis bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik dan standar profesionalisme. Masyarakat pun kini dapat mengecek secara langsung status kompetensi seorang wartawan melalui pangkalan data resmi Dewan Pers. Dengan wartawan yang kompeten, berita yang dihasilkan, termasuk mengenai isu keselamatan dan pelayanan publik KAI, akan jauh lebih teruji, berimbang, dan tepercaya,” tegas Hudono.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk terus memperkuat komunikasi dan merancang berbagai program kolaboratif masa depan yang saling mendukung kemajuan dunia jurnalistik serta pelayanan publik perkeretaapian di wilayah DIY dan Jawa Tengah. (Rls)




















