Jumat, 16 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Hukum

DPD HIPPI DIY Lantik Kepengurusan Baru DPC HIPPI Kota Yogyakarta Masa Bakti 2025–2030 di JEC

admin by admin
23 Mei 2025
in Hukum, News
0
0
SHARES
155
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD HIPPI DIY) secara resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) HIPPI Kota Yogyakarta untuk periode 2025–2030, Kamis malam (22/5/25). Acara ini digelar di Hall Pameran Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Expo Centre (JEC), Janti, Banguntapan, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pameran yang mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan DPD HIPPI DIY Nomor 070/SK/HP-DIY/V/2025, sebagai tindak lanjut dari hasil Musyawarah Cabang (MUSCAB) yang diselenggarakan pada 26 Maret 2025 di Kedai Rame-rame, Jl. Nogosari, Kraton, Yogyakarta yang lalu.

Ketua Umum DPD HIPPI DIY, Dr. (Cand) Ariyanto, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan baru diharapkan menjadi motor penggerak penguatan peran HIPPI dalam pemberdayaan pengusaha pribumi, khususnya sektor UMKM, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Ia juga menegaskan bahwa makna “pribumi” dalam konteks HIPPI merujuk pada siapa pun yang ber-KTP Indonesia, menjalankan usaha di Indonesia, dan menggunakan hasil usahanya untuk pembangunan ekonomi nasional, bukan dalam arti eksklusif atau rasis.

“Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil, UMKM tidak boleh menyerah. DPC HIPPI Kota Yogyakarta di bawah kepemimpinan Haryawan Emir Nuswantoro kami harapkan dapat membawa perubahan positif bagi pengusaha kecil dan menengah,” ujar Ariyanto.

Ketua DPC HIPPI Kota Yogyakarta, Haryawan Emir Nuswantoro, yang akrab disapa Pak Emir, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan UMKM. Ia menekankan pentingnya inovasi melalui digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai kunci kebangkitan usaha kecil di tengah tantangan global dan ketidakpastian kebijakan nasional.

“Kami akan membangun kolaborasi kuat dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, Kadin DIY, dan pemangku kepentingan lainnya. Fokus program kami mencakup pendampingan UMKM, akses pembiayaan, serta adopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk lokal,” jelasnya.

Sebagai keynote speaker, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, memberikan masukan strategis. Ia menegaskan komitmen Komisi B untuk mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas UMKM di Yogyakarta.

“Komisi B siap menjadi mitra aktif HIPPI dalam membina mitra usaha dan menaikkan kelas UMKM binaan agar lebih produktif dan kompetitif,” ucap Sofyan.

Acara pelantikan juga menghadirkan sesi talkshow bertema “Peran Kecerdasan Buatan AI dalam UMKM” dengan narasumber Fahmi Reza Prasastio (Master of Computer Science). Dalam paparannya, Fahmi menyoroti tingginya potensi pemanfaatan AI oleh UMKM di Indonesia, mulai dari efisiensi operasional, pengembangan konten promosi, desain produk, hingga strategi bisnis.

“Transformasi digital berbasis AI adalah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan. Pelaku usaha harus mulai memanfaatkan teknologi ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan kualitas produk,” jelasnya.

Berikut adalah susunan pengurus inti DPC HIPPI Kota Yogyakarta periode 2025–2030: Ketua Umum: Haryawan Emir Nuswantoro, S.S., S.E.I, Wakil Ketua Umum: Suyono, S.E., M.M., Sekretaris Umum: Luthfi Alfikri, S.T dan Bendahara Umum: Retno Ety Soekmawarny, S.H.

Kepengurusan juga mencakup 17 bidang strategis, antara lain: Bidang Ekonomi Kreatif & Digital: Khaleili Nungki Hashifah, S.E., M.M., Bidang Pariwisata & Budaya: Edy Subagyo, Struktur organisasi diperkuat oleh Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pertimbangan yang diisi oleh tokoh-tokoh berpengalaman seperti Aji Karnanto, S.E., M.M., dan Drs. Suhartono, S.T., guna menjamin keselarasan arah kebijakan dengan visi HIPPI Nasional.

Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi pemerintah, pelaku usaha, dan mitra strategis HIPPI, termasuk pejabat dari Pemerintah Kota Yogyakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem usaha lokal. (Ags)

Tags: DPC HIPPI Kota YogyakartaJECKetum DPD HIPPI DIYKoranmerapi.idPelantikan

Related Posts

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM
News

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

16 Oktober 2026
Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026
News

Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

16 Oktober 2026
Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code
News

Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

16 Oktober 2026
Jaga Tata Kelola dan Transparansi, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD Corporate Governance Award 2026
News

Jaga Tata Kelola dan Transparansi, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD Corporate Governance Award 2026

15 Oktober 2026
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan
News

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi
News

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026