KORAN MERAPI – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi meluncurkan Kampanye Penggerakan Masyarakat Peningkatan Perilaku Hidup Sehat tahun 2026 sekaligus meresmikan Poskesdes Sendowo Kidul di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, pada Senin (10/8/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran kepala dinas terkait, tokoh masyarakat, serta kader kesehatan dan lansia.
Peresmian Poskesdes Sendowo Kidul merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sendowo Kidul dan sekitarnya. Gedung ini awalnya merupakan hibah dari program habitat dengan donatur Herbal Family Foundation pada tahun 2024 yang kemudian direalisasikan menjadi Poskesdes melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono, berharap keberadaan Poskesdes ini dapat mengurangi antrean di Puskesmas Nglipar 1 dan nantinya mampu melayani konsultasi dokter hingga pengurusan surat keterangan medis secara lebih efisien.
Selain peresmian gedung kesehatan, Bupati juga meresmikan inovasi “Halte Sedekah” hasil inisiasi PKK Kalurahan Kedungkeris. Inovasi ini mengusung tagline “Beri Semampunya, Ambil Secukupnya” yang bertujuan untuk menumbuhkan peka sosial antarwarga.
Dalam bidang ketahanan pangan dan gizi, diluncurkan pula “Taman Gizi” yang berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian dan Pangan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemberian stimulan berupa bibit ikan lele dalam galon serta bibit sayuran kepada kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memerangi stunting dari level rumah tangga.

Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti memberikan perhatian khusus pada data kesehatan di Gunungkidul. Ia mengungkapkan bahwa angka prevalensi hipertensi di Gunungkidul mencapai 39,25%, yang merupakan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, wilayah Nglipar tercatat memiliki angka stunting sebesar 20%, jauh di atas rata-rata kabupaten.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga soal kecerdasan. Penanganan harus dimulai sejak kehamilan dengan pemenuhan protein, vitamin, dan mineral yang cukup,” tegas Bupati. Sebagai langkah nyata, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut menyerahkan paket pangan diet khusus bagi 55 ibu hamil risiko tinggi di Gunungkidul untuk mencegah lahirnya bayi stunting.
Acara yang turut dimeriahkan oleh kehadiran puluhan lansia di bawah naungan LKS Raharja ini juga menjadi momentum Bupati untuk mengajak para lansia tetap aktif dan bahagia. Bupati menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang saat ini baru dijalankan oleh sekitar 33% masyarakat.
Bupati mendorong warga untuk menjaga sanitasi, terutama kebersihan kamar mandi dan pengelolaan sampah rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Menanggapi usulan warga terkait fasilitas penunjang, Bupati menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan pemasangan WiFi dan perbaikan infrastruktur jalan di sekitar area Poskesdes guna mendukung kelancaran layanan kesehatan masyarakat. (Rls)




















