KORAN MERAPI – Perjuangan mengusulkan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, sebagai Pahlawan Nasional memasuki tahap pematangan. Setelah menggelar rapat koordinasi bersama para penasihat dan pimpinan media di Kantor Harian Jogja, Senin (21/9/2026), Tim Ad Hoc kini mematangkan agenda Seminar Nasional Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional yang dijadwalkan berlangsung 29 Oktober 2026.
Seminar nasional tersebut akan digelar di Kantor Bupati Bantul dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bantul.
Pemantapan agenda seminar dilakukan dalam rapat evaluasi Tim Ad Hoc di Ruang Rapat PWI DIY, Senin (28/9/2026). Rapat tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan koordinasi di Kantor Harian Jogja sepekan sebelumnya.
Dalam pertemuan 21 September, hadir sejumlah penasihat, yakni Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Dr. Achiel Suyanto, SH, MBA, dan Ahmad Subagya. Rapat juga dihadiri sejumlah pemimpin redaksi media, termasuk tuan rumah Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono, Ketua PWI DIY Hudono, Ketua Tim Ad Hoc Ki Bambang Widodo serta para anggota tim.
Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi lintas media dalam rangkaian pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua PWI DIY Hudono dalam rapat evaluasi 28 September mengingatkan agar Tim Ad Hoc bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Seluruh rangkaian kegiatan diminta dilaksanakan secara praktis dan efisien, sekaligus tetap menjaga reputasi dan marwah organisasi.
Dalam pematangan seminar, Tim Ad Hoc menyepakati efisiensi format acara. Jumlah narasumber tiga orang, ditambah keynote speaker.
Prof. M. Najib Azca telah menyatakan kesediaannya menjadi narasumber . Sementara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono direncanakan tampil sebagai keynote speaker.
Adapun Ahmad Subagya akan menyampaikan materi mengenai kontribusi Udin, sedangkan Prof. Suparman Marzuki akan tampil sebagai pembicara dalam perspektif hukum. Bertindak sebagai moderator Dr. Drs. Octo Lampito (Pemred KR)
Seminar juga direncanakan disiarkan melalui live streaming sehingga pembahasan mengenai sosok dan perjuangan Udin dapat menjangkau publik secara lebih luas.
Selain seminar nasional, Tim Ad Hoc menyiapkan agenda bedah buku yang direncanakan berlangsung di Universitas Widya Mataram. Kegiatan tersebut menjadi bagian lanjutan dari proses dokumentasi perjuangan Udin.
Buku direncanakan dicetak sebanyak 100 eksemplar, sedangkan peserta bedah buku diproyeksikan sekitar 40–100 orang.






